• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hubungan Dua Negara Korea Retak, Menteri Unifikasi Mundur

by Redaksi Asiatoday
June 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kedamaian Dua Negara Korea Terusik, Kantor Penghubung Diledakkan

Korea Utara menghancurkan kantor penghubung antar-Korea di sisi perbatasan kedua negara pada Selasa (16/6/2020). Ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon-chul mengajukan pengunduran diri di tengah memburuknya hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Langkah ini ia tempuh lantaran Ia merasa bersalah dan bertanggung jawab atas retaknya hubungan dua negara bertetangga tersebut.

Pengunduran diri Kim Yeon-chul disampaikan satu hari usai Korea Utara meledakkan gedung penghubung antar-Korea.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

Presiden Moon Jae-in dilaporkan belum secara resmi menerima surat pengunduran diri Kim Yeon-chul tersebut.

“Saya bertanggung jawab penuh atas memburuknya hubungan antar-Korea,” kata Kim melansir CNN, Rabu (17/6/2020).

“Saya meminta maaf karena belum dapat memenuhi harapan banyak warga Korea yang menginginkan perdamaian serta kesejahteraan di Semenanjung Korea,” sambungnya.

Kementerian Unifikasi merupakan salah satu instasi pemerintahan Korsel yang menangani hubungan dengan Korut. Kim Yeon-chul bergabung dalam kementerian tersebut pada April lalu, dan langsung ditugaskan untuk menghidupkan kembali dialog antar-Korea.

Selama berbulan-bulan, hubungan Pyongyang dan Seoul relatif dingin usai tiga Konferensi Tingkat Tinggi antara Amerika Serikat dan Korut belum berbuah hasil.

Ketegangan terbaru antara Korsel dan Korut dipicu beredarnya pamflet anti-Pyongyang di wilayah perbatasan. Korut geram melihat selebaran tersebut, dan menuding Korsel tidak serius dalam mencegah penyebarannya.

Adik pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengecam keras beredarnya pamflet tersebut. Ia mengancam akan menyerahkan masalah ini ke jajaran militer Korut.

Pagi ini, militer Korut mengancam akan mengirim pasukan ke sejumlah area di Zona Demiliterisasi atau DMZ. DMZ merupakan zona yang memisahkan Korea Selatan dan Utara.

Korut tidak memaparkan detail area mana yang dimaksud di DMZ. Namun sejumlah pihak menilai Korut merujuk pada area dekat kompleks industri gabungan yang kini telah ditutup di kota Kaesong atau wilayah resor di Gunung Kumgang.

Pyongyang juga mengancam akan melanjutkan latihan militer di perbatasan dan mendirikan kembali sejumlah pos penjaga di DMZ. (ATN)

Tags: Korea SelatanKorea Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.