• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur Berkonsep Forest City

by Redaksi Asiatoday
August 22, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Telan Anggaran Rp500 Triliun

Desain ibukota baru Indonesia di Kalimantan ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan, lokasi ibu kota baru negara Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengungkapkan hal itu di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (22/8/2019).

“Sudah diputuskan di Kaltim, namun lokasi spesifiknya belum,” terangnya.

Untuk persiapan pembangunan infrastruktur tahap pertama, lahan seluas 3 ribu hektar telah disiapkan. Sementara luas keseluruhan lahan untuk ibukota baru ini 200-300 ribu Ha.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Akan dibuat kota taman, kota indah banyak tamannya orang bisa hidup sehat udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat ditempati,” kata Sofyan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengemukakan tujuannya untuk memindahkan ibu kota negara (IKN). Jokowi ingin IKN baru tersebut dikembangkan dengan konsep forest city.

Seperti apa penerapan konsep Forest City ini?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa IKN di Kalimantan Timur selaku paru-paru dunia, akan dibangun dengan konsep forest city. Dengan menerapkan konsep tersebut, kota akan memiliki 50% ruang terbuka hijau (RTH) dari total luas area.

“Jadi RTH itu nanti bisa berupa taman rekreasi, ruang hijau, kebun binatang, kebun tanaman, tempat olahraga, yang terintegrasi dengan bentang alam seperti kawasan berbukit dan daerah aliran sungai (DAS), dan struktur topografi lainnya,” katanya dalam acara Youth Talks: “Yuk Pindah Ibu Kota!” di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Selain itu, dalam konsep forest city, kota yang dijadikan IKN nantinya akan memiliki sistem untuk mengolah energi terbarukan dan rendah karbon sehingga penggunaan energi bisa lebih efisien sekaligus mengurangi emisi karbon.

Untuk efisiensi konsumsi energi tersebut, kata Bambang diperlukan pembangunan Green Building Design melalui penerapan circular water management system, efficient lighting system, dan district cooling system.

“Jadi Kalimantan ini kan berada di garis katulistiwa, suhu udaranya rata-rata 20-30 derajat celcius, penerapan energi terbarukan seperti ini sangat diperlukan ketika mengembangkan Kalimantan menjadi IKN baru,” ungkapnya.

Kemudian, nantinya IKN juga akan dibangun dengan orientasi pada transportasi berbasis rel dan transportasi tanpa mesin seperti sepeda dan mengutamakan agar penduduknya terbiasa untuk kemana-mana dengan berjalan kaki.

Dengan konsep tersebut, Pengembang PT Ciputra Residence mengatakan siap untuk memenuhi keperluan pengembangan berkonsep hijau di IKN baru jika nanti dipindahkan ke Kalimantan.

Marketing Director PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan bahwa konsep bangunan hijau sudah menjadi ciri khas dari pembangunannya. Hal yang menjadi poin utama adalah bagaimana produk-produknya bisa dibangun secara berkelanjutan.

“Untuk penerapannya, kami sudah mendapatkan, diseluruh proyek kami, sertifikasi EDGE dari World Bank dalam hal penghematan penggunaan air, energi, dan menggunakan material bagunan yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya.

Kemudian dari sisi pengembangan masterplan, Ciputra juga sangat mempertimbangkan sekali luasan area-araea hijau. Kemudian, penerapan bangunan hijau juga diterapkan di rumah-rumah dengan menyediakan bukaan-bukaan cahaya supaya tidak ada sudut ruangan yang gelap, sehingga menghemat penggunaan energi di siang hari.

“Di beberapa proyek, kami juga mendorong penduduk untuk bergaya hidup sehat, dari sisi masterplan juga ada pedestrian [trotoar], dari rumah ke area komersial, jadi kemanapun tidak usah keluar kendaraan. Semua ini kami rangkum jadi konsep ecoculture, di mana pengembangan hijau tidak hanya jadi gaya hidup tapi juga jadi budaya,” sambungnya.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, PT Ciputra Residence memiliki 3 proyek dengan total luas sektar 500 hektare, yaitu CitraGrand Senyiur City seluas 300 hektare, CitraLand City Samarinda seluas 100 hektare, dan CitraGarden City seluas 100 hektare.

CitraGrand Senyiur City masih dibangun untuk kalangan menengah dengan harga hunian di kisaran Rp500 juta – Rp1,5 miliar. Kemudian, CitraGarden City dibanderol dengan kisaran harga Rp450 juta – Rp1 miliar. Sedangkan, CitraLand dibanderol dengan harga lebih premium, Rp1 miliar – Rp8 miliar.

Mulai masuk mengembangkan Kalimantan Timur sejak 2007, isu pemindahan IKN dinilai menjadi angin segar oleh Ciputra Residence dan juga pengembang lainnya.

“Karena kalau ada IKN baru itu kan pasti infrastrukturnya pemerintah akan bangun besar-besaran, dan fasilitas penunjang terutama. Nah biasanya kalau pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas di satu kawasan biasanya pertumbuhan ekonominya maju duluan dari sektor properti,” ungkapnya Yance. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Forest CityGreen CityIbukota Baru IndonesiaPemindahan Ibu Kota
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.