• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ICMI Dorong Investigasi Internasional Kasus Uighur

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ICMI Dorong Investigasi Internasional Kasus Uighur

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) angkat bicara terkait kebijakan pemerintah Tiongkok yang dianggap represif menangani kelompok minoritas muslim Uighur.

ICMI memandang, sikap pemerintah Tiongkok menangani kelompok muslim Uighur itu telah menggores negara-negara Islam.

“Meskipun sebenarnya ini masalah domestik, tapi jangan lupa permasalahan Uighur ini sudah menyinggung dunia Islam,” ujar Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie saat menyampaikan pidato Refleksi Akhir Tahun 2019 ICMI di ICMI Center, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Karena itu, Jimly mendesak pemerintah Tiongkok membuka akses kelompok internasional untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, utamanya negara-negara Islam. Karena menurut Jimly, jika Tiongkok ingin bersaing dengan kekuatan ekonomi Barat maka harus merangkul negara-negara Islam.

Apalagi, Tiongkok memiliki hubungan ekonomi politik yang erat dengan beberapa negara Islam di dunia. Jika salah mengambil tindakan dan menimbulkan keretakan hubungan dengan negara-negara Islam, maka akan merugikan posisi Tiongkok di kancah perdagangan internasional.

“ICMI mendesak perlu dibentuk tim investigasi independen intenasional yang menjelaskan seutuhnya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Uighur untuk bersama menemukan solusinya,” tegas Jimly

Selain itu, Jimly juga meminta masyarakat Indonesia untuk ikut menyuarakan nasib etnis Uighur. Sebagai bangsa Indonesia yang mengamalkan sila kedua Pancasila, sudah semestinya ikut aktif membela etnis Uighur.

“ICMI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk tidak membohongi hati nurani atas kekerasan yang terjadi di Uighur,” tandas Jimly. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ICMISave UighurSolidaritas UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.