• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ilmuwan Temukan Super Mountain yang Hilang, 3 Kali Lebih Besar dari Himalaya

by Redaksi Asiatoday
February 7, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilmuwan Temukan Super Mountain yang Hilang, 3 Kali Lebih Besar dari Himalaya 1

Pegunungan Himalaya. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan mengklaim telah menemukan super mountain yang hilang.

Super mountain adalah jajaran gunung raksasa yang membentang ribuan mil, membelah superbenua kuno menjadi dua. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam sejarah planet Bumi.

“Tidak ada yang seperti dua super mountain ini hari ini,” kata Ziyi Zhu, seorang mahasiswa pascadoktoral di The Australian National University (ANU) di Canberra, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Space, Senin (7/2/2022).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Super mountain ini sangat tinggi. Tingginya bahkan bisa mencapai 2.400 km, tiga atau empat kali lebih tinggi dibandingkan Himalaya.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters edisi 15 Februari, pembentukan dan penghancuran dua jajaran gunung raksasa mungkin juga memicu dua masa ledakan evolusioner terbesar dalam sejarah planet Bumi.

Dua peristiwa itu adalah kemunculan pertama sel kompleks (kira-kira dua miliar tahun yang lalu). Peristiwa kedua adalah ledakan kehidupan laut Kambrium 541 juta tahun yang lalu.

Bangkitnya para raksasa

Pegunungan naik ketika lempeng tektonik Bumi yang terus bergeser menghancurkan dua daratan bersama-sama. Selanjutnya, mendorong batuan permukaan ke ketinggian yang membumbung tinggi.

Para ilmuwan dapat mengumpulkan sejarah pegunungan Bumi dengan mempelajari mineral yang ditinggalkan oleh puncak-puncak tersebut di kerak planet.

Kristal zircon, misalnya, terbentuk di bawah tekanan tinggi jauh di bawah pegunangan yang berat. Unsur ini dapat bertahan di bebatuan lama setelah gunung induknya lenyap.

Komposisi unsur yang tepat dari setiap butir zircon dapat mengungkapkan kondisi di kerak kapan dan di mana kristal tersebut terbentuk.

Super mountain ini diduga menjadikan Bumi lebih ramah terhadap kehidupan.

Dalam studi baru mereka, para peneliti memeriksa zirkon dengan jumlah lutetium yang rendah unsur tanah langka yang hanya terbentuk di dasar pegunungan tinggi.

Data tersebut mengungkapkan dua “lonjakan” pembentukan super mountain ekstensif dalam sejarah Bumi. Satu satu berlangsung dari sekitar dua miliar hingga 1,8 miliar tahun yang lalu. Yang kedua berlangsung dari 650 juta hingga 500 juta tahun yang lalu.

Dua super mountain yang dimaksud adalah super mountain Nuna dan super mountain Gondwana.

Pembentukan Super mountain Nuna, bertepatan dengan kemunculan sel eukariotik pertama di Bumi yang akhirnya berevolusi menjadi tumbuhan, hewan, dan jamur.

“Super mountain Transgodwanan bertepatan dengan kemunculan hewan besar pertama 575 juta tahun lalu dan ledakan Kambrium 45 juta tahun kemudian, ketika sebagian besar kelompok hewan muncul dalam catatan fosil,” kata Zhu.

Peneliti mengatakan saat kedua gunung terkikis, mereka akan membuang sejumlah besar nutrisi seperti besi dan fosfor ke laut melalui siklus air. Nutrisi ini dapat secara signifikan mempercepat siklus biologis di lautan, mendorong evolusi ke kompleksitas yang lebih besar.

Selain limpahan nutrisi ini, pegunungan yang terkikis mungkin juga melepaskan oksigen ke atmosfer, membuat Bumi semakin ramah bagi kehidupan yang kompleks. (ATN)

Tags: Gunung HimalayaSave EarthSuper Mountain
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.