• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Imbas Aksi Boikot, Penjualan Uniqlo di Korea Selatan Turun 40 Persen

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Buka Gerai di Mall Kelapa Gading, Uniqlo Perluas Pasar di Indonesia

Uniqlo Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Akibat adanya aksi boikot barang-barang Jepang yang dilakukan warga Korea Selatan, penjualan produk pakaian asal Jepang, Uniqlo Fast Retailing Co, turun drastis.

Melansir Reuters, Kamis (10/10/2019), penjualan produk Uniqlo di Korea Selatan yang menyumbang sekitar 8 persen dari penjualan di bisnis utama Uniqlo Fast Retailing, turun 40 persen year-on-year (yoy) pada Juli. Penjualan juga terus menurun pada Agustus, seperti dilaporkan indeks pasar saham Tokyo, Nikkei.

Analis J.P. Morgan, Dairo Murata, baru-baru ini juga menurunkan perkiraan pendapatan Fast Retailing untuk tahun berjalan sebesar 4,6 persen. Ia juga memangkas target harga saham menjadi 68.000 yen dari 70.000 yen.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

“Kami memperkirakan penurunan dua digit dalam penjualan dan penurunan sekitar 40 persen dalam laba operasi untuk bisnis di Korea Selatan,” kata Murata dalam catatan klien.

Beberapa analis lainnya juga telah meramalkan perkiraan tersebut sejak Uniqlo dan beberapa bisnis Jepang lainnya menjadi sasaran boikot Korea Selatan. Hubungan kedua negara tersebut memanas sejak pemerintah Jepang dianggap memberatkan proses perizinan impor produk Korea Selatan.

Sementara itu, analis memperkirakan laba operasi 258,6 miliar yen (2,41 miliar dolar AS) untuk tahun yang berakhir Agustus, naik 9,5 persen dari tahun sebelumnya, menurut data Thomson Reuters.

Mereka melihat kenaikan 14 persen pada tahun berjalan yang ditopang oleh kekuatan di China dan pasar-pasar baru lainnya.

Pertumbuhan terbesar Fast Retailing dalam beberapa tahun terakhir terjadi di China, negara tempat Uniqlo membuka toko pertamanya pada 2002. Lebih dari 700 toko Uniqlo tersebar di China.

Uniqlo mengatakan, mereka mengharapkan pendapatan dari China tumbuh hingga 1 triliun yen pada tahun fiskal 2022.

Di negara asalnya, Uniqlo justru hanya menunjukkan sedikit pertumbuhan. Data penjualan toko yang sama pada September 2019 menunjukkan penurunan 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Analis mengatakan, mereka mengharapkan penjualan yang lebih kuat menjelang kenaikan pajak konsumsi bulan ini. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Perang Dagang Korea-TokyoUniqlo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.