• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Imbas Covid-19, AS Siapkan Bailout USD61 Miliar Bagi Industri Penerbangan

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Imbas Covid-19, AS Siapkan Bailout USD61 Miliar Bagi Industri Penerbangan

Airlines for America. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan di Amerika Serikat (AS) yang saat ini tengah mengalami kontraksi akibat pandemi global coronavirus (Covid-19) akan mendapat akses ke fasilitas pinjaman federal.

Jika perusahaan penerbangan bersedia melepas sebagian sahamnya pada pemerintah, maka perusahaan akan mendapatkan bantuan tunai langsung di bawah anggaran stimulus virus corona yang disepakati oleh anggota parlemen dan Gedung Putih.

Undang-undang yang disahkan oleh Senat pada Rabu, 25 Maret 2020 malam itu, termasuk dana bailout senilai USD61 miliar untuk maskapai penerbangan dan operator kargo serta kontraktor.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurut teks RUU itu, setengah dari jumlah pinjaman dan bantuan tunai akan disalurkan untuk dukungan gaji, tunjangan dan biaya karyawan lainnya.

Sebagai imbalan atas bantuan tunai tersebut, Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan meminta ekuitas atau sekuritas lainnya dari perusahaan bersangkutan. Namun tetap akan ada pembatasan atau pengurangan gaji terutama bagi para eksekutif.

Maskapai penerbangan yang memenuhi syarat akan menerima USD25 miliar dukungan gaji. Sedangkan perusahaan kargo mendapat jatah USD4 miliar dan kontraktor penerbangan akan menerima USD3 miliar.

Kebijakan ini merupakan kemenangan besar bagi industri, yang telah berargumentasi selama berhari-hari, menekankan bahwa kelangsungan sektor ini akan terancam tanpa bantuan pemerintah.

Airlines for America, kelompok maskapai penerbangan terbesar di AS, mengatakan bahwa industri akan dipaksa untuk cuti pekerja kecuali anggota parlemen memberikan setidaknya USD29 miliar dalam bentuk hibah untuk menopang gaji.

Langkah industri untuk melakukan lobi itu menyusul anjloknya perjalanan udara AS, dengan hanya 279.000 orang terbang di dalam negeri pada Selasa pekan ini, penurunan 87 persen dari 2,2 juta pada hari yang sama 2019.

“Kami sangat senang bahwa paket kuat ini akan segera menstabilkan industri termasuk hibah untuk gaji pekerja serta perlindungan untuk integritas perjanjian perundingan bersama,” kata Joe DePete, presiden Asosiasi Pilot Air Lines, dilansir Bloomberg, Kamis (26/3/2020).

Senator Pat Toomey menjelaskan, Mnuchin akan memiliki keleluasaan untuk mengalokasikan bantuan tunai USD25 miliar untuk maskapai penerbangan.

Menteri Keuangan juga akan menentukan apakah opsi yang dimiliki pemerintah atau instrumen ekuitas lainnya diperlukan untuk mengkompensasi pembayar pajak.

Langkah penyelamatan industri penerbangan itu memadukan unsur-unsur utama dari rencana yang diusulkan selama sepekan terakhir oleh Senat Republik dan Demokrat.

Rencana yang didukung Republik menganggarkan USD50 miliar tetapi tidak ada hibah. Sementara anggaran yang diusulkan Demokrat hanya menyertakan hibah senilai puluhan miliar.

Toomey mengatakan dia lebih condong pada bantuan pinjaman jangka panjang berbunga rendah, tetapi ada pula yang berpendapat itu tidak akan cukup.

“Kekhawatiran saya, mengingat kapitalisasi pasar industri ini tidak ada cukup ekuitas untuk menghasilkan pengembalian yang sepadan, jadi saya lebih suka pinjaman suku bunga rendah jangka panjang,” terangnya.

Sementara itu, bandara akan mendapatkan USD10 miliar dalam bentuk hibah. Kesepakatan itu juga mencakup pinjaman senilai USD17 miliar yang diperuntukkan bagi perusahaan yang dianggap penting bagi keamanan nasional, salah satunya Boeing Co.

Namun Toomey mengatakan bahwa bagian dana itu tidak hanya untuk Boeing.

Menurut laporan oleh analis Evercore ISI Duane Pfennigwerth, ketentuan lain dalam paket bantuan mungkin menimbulkan masalah bagi maskapai penerbangan yang telah memangkas jadwal penerbangan untuk mengatasi jatuhnya permintaan perjalanan.

Salah satunya adalah wewenang yang diberikan kepada Sekretaris Transportasi A Elaine Chao untuk mewajibkan maskapai penerbangan agar mempertahankan perjalanan ke lokasi mana pun yang dilayani pada 1 Maret 2020 lalu. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Airlines for AmericaAmerika SerikatCoronavirusCOVID-19Industri PenerbanganResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.