• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Imbas Lockdown, Pengangguran di India Capai 122 Juta Jiwa

by Redaksi Asiatoday
May 6, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Lockdown di India Timbulkan Gejolak Sosial

Ribuan masyarakat India berjubel di jalan imbas kebijakan Lockdown. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga riset Center for Monitoring Indian Economy (CMIE) menyebutkan sekitar 122 juta orang di India kehilangan pekerjaan akibat lockdown per Selasa (5/5/2020). Dengan begitu, tingkat pengangguran di negeri itu kini sudah mencapai 27,1 persen.

“Angka ini bukan untuk menakuti, tetapi ini adalah gambaran tragedi kemanusiaan, karena kondisi saat ini adalah titik paling rentan dari kehidupan bermasyarakat,” ujar Mahesh Vyash, CEO CMIE, dilansir dari Bloomberg.

Angka yang dipaparkan CMIE setara dengan empat kali lipat jumlah pengangguran akibat Covid-19 di Amerika Serikat. Bloomberg menyebut di Negeri Paman Sam pengangguran sudah melampaui angka 30 juta jiwa.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Awalnya, lockdown memang hanya akan menyakiti para buruh dan pekerja informal. Namun, pelan tapi pasti kebijakan ini bakal menyakiti perusahaan yang sebelumnya dirasa lebih aman. Dimulai dengan startup, disusul beberapa industri lain,” sambung Vyash.

Dampak tingkat pengangguran yang melonjak ini membuat persaingan kerja juga kian ketat. CMIE menyebut dari pengangguran yang ada, 36 persen di antaranya kini telah berjuang mati-matian mencari penghidupan baru.

Dalam pemaparannya, Vyash menyebut data penelitian perusahaannya barangkali bukan yang paling benar. Namun, dia berharap riset ini bisa jadi sedikit gambaran bagi publik lantaran pemerintah India sejak awal berkeras enggan mempublikasikan data korban PHK akibat Covid-19. (ATN)

Tags: Amerika SerikatCenter for Monitoring Indian EconomyCMIECOVID-19IndiaLockdownPengangguran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.