• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Apresiasi Kesepakatan Amerika-China

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF Apresiasi Kesepakatan Amerika-China

ASIATODAY.ID, BEIJING – International Monetary Fund (IMF) mengapresiasi langkah Amerika Serikat (AS) dan China yang baru saja menandatangani perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu.

Pasalnya, langkah kedua negara itu telah memenuhi harapan masyarakat internasional. Keputusan itu diyakini akan menginspirasi kepercayaan pada ekonomi dunia dan membawa stabilitas terhadap investasi dan perdagangan global.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva memberikan pujian atas pencapaian itu dan dengan tulus mengucapkan selamat kepada Amerika Serikat dan China atas penandatanganan perjanjian. Hal itu diyakini menyuntikkan stabilitas kedua negara dan ekonomi dunia.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

“Ini bermanfaat tidak hanya bagi ekonomi kedua negara, tetapi juga bagi ekonomi dunia,” ungkap Kristalina Georgieva, melansir Xinhua, Sabtu (18/01/2020).

Amerika Serikat dan China secara resmi menandatangani perjanjian ekonomi dan perdagangan fase-satu mereka di Washington, dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen tersebut di Gedung Putih.

Perjanjian tersebut berkisar dari memperluas perdagangan bilateral di sektor-sektor seperti produk pertanian, barang-barang manufaktur, energi, dan layanan, termasuk memperluas akses pasar, hingga meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual (IP).

Kedua pihak juga sepakat untuk membentuk mekanisme bilateral untuk penilaian dua arah dan penyelesaian sengketa, dan Amerika Serikat telah berjanji membatalkan beberapa tarif tambahan untuk produk-produk China yang artinya menandai perubahan kebijakan dari kenaikan ke pemotongan tarif tambahan.

Penandatanganan kesepakatan fase satu dinilai adalah langkah pertama yang positif untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan antara dua ekonomi utama dunia. Kesepakatan ini diharapkan memberi efek positif yang ujungnya pertumbuhan ekonomi dunia bisa lebih baik lagi di tahun ini dibandingkan dengan di 2019.

“Semua orang menyambut kesepakatan perdagangan. Saya pikir penting bagi kita untuk mencoba dan memahami kesepakatan perdagangan terlebih dahulu, dan kemudian kita disadarkan tentang apa fase kedua itu. Formalitas itu semua jelas memberi keyakinan bahwa ini adalah masalah nyata,” kata Peter Tuchman, seorang trader di lantai New York Stock Exchange.

“Ini mungkin pendekatan yang paling realistis untuk menyelesaikan masalah ini selangkah demi selangkah, mengingat kompleksitas ketegangan perdagangan AS-China,” ungkap rekan senior di Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional, Nicholas Lardy.

Bob Huff, pensiunan Senator Negara Bagian California dan Pemimpin Senat Republik Emeritus, mengatakan perjanjian itu akan menguntungkan kedua negara yang sama-sama sangat bergantung pada perdagangan. Menurutnya bagian dari kesepakatan tentang perlindungan yang lebih baik dari hak-hak IP memiliki implikasi positif bagi kedua negara.

“Karena China menunjukkan kemauan dan kemampuannya untuk menjadi ekonomi yang lebih dinamis dan dipimpin inovasi,” tandas Huff. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatChinaIMFKesepakatan Amerika-ChinaPerang Dagang Amerika-ChinaTrade War
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.