• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Asia

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kota-kota di Asia Pasifik Kini Paling Dinamis di Dunia

Pertumbuhan ekonomi negara di Asia. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di kawasan Asia.

Gelombang baru infeksi COVID-19, gangguan rantai pasokan, dan tekanan inflasi menimbulkan risiko penurunan pada prospek.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sebesar 8,0% tahun ini dan 5,6% pada 2022, tetapi pemulihan tetap tidak seimbang karena wabah virus corona yang berulang dan pengetatan fiskal membebani konsumsi.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Setiap normalisasi kebijakan yang tidak tepat waktu atau komunikasi kebijakan yang disalahartikan oleh Federal Reserve AS juga dapat memicu arus keluar modal yang signifikan dan biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk negara-negara berkembang Asia,” kata IMF dalam laporannya dikutip Kamis (21/10/2021).

Dalam laporan prospek regionalnya, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk Asia menjadi 6,5%, turun 1,1 poin persentase dari proyeksi yang dibuat pada bulan April, karena lonjakan kasus varian Delta memukul konsumsi dan output pabrik.

IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan Asia untuk 2022 menjadi 5,7% dari perkiraan 5,3% pada bulan April, yang mencerminkan kemajuan dalam vaksinasi.

Meskipun Asia dan Pasifik tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, perbedaan antara ekonomi maju Asia dan pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang semakin dalam.

Ekonomi China mencapai laju pertumbuhan paling lambat dalam satu tahun pada kuartal ketiga, menyoroti tantangan yang dihadapi pembuat kebijakan saat mereka berusaha menopang pemulihan yang goyah sambil mengekang sektor real estat.

IMF memperkirakan ekonomi India akan tumbuh 9,5% tahun ini, sementara ekonomi maju seperti Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Taiwan mendapat manfaat dari ledakan teknologi tinggi dan komoditas

Tetapi negara-negara ASEAN yakni  Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand  masih menghadapi tantangan berat dari virus yang bangkit kembali dan kelemahan dalam konsumsi layanan.

“Selama beberapa bulan mendatang, gelombang infeksi baru tetap menjadi perhatian terbesar,” kata IMF.

Sementara ekspektasi inflasi secara umum berlabuh dengan baik di Asia, harga komoditas dan biaya pengiriman yang lebih tinggi, ditambah dengan gangguan yang berkelanjutan pada rantai nilai global, memperkuat kekhawatiran atas inflasi yang terus-menerus.

Menurut IMF, sebagian besar negara berkembang Asia harus mempertahankan dukungan moneter untuk memastikan pemulihan tetap berlanjut.

IMF meminta bank sentral harus siap untuk bertindak cepat jika pemulihan menguat lebih cepat dari yang diharapkan atau jika ekspektasi inflasi naik. (ATN)

 

Tags: IMFPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.