• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Rombak Kebijakan Pinjaman Lunak Bagi Negara Berpenghasilan Rendah

by Redaksi Asiatoday
July 24, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
IMF: Pandemi COVID-19 Telan Biaya Ekonomi Global Hingga USD12 Triliun

Dana Moneter Internasional (IMF). Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) membuat terobosan besar untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah (LICs) dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Terobosan IMF itu berupa serangkaian reformasi kebijakan fasilitas pinjaman lunak.

“Reformasi ini diatur untuk memastikan bahwa IMF memiliki kapasitas untuk merespons secara fleksibel kebutuhan LIC dalam jangka menengah, sambil terus memberikan pinjaman lunak dengan tingkat bunga nol,” kata IMF dalam siaran pers, Sabtu (24/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Reformasi itu menegaskan peningkatan 45 persen dalam batas normal akses ke pembiayaan lunak. Selain itu, ditambah dengan penghapusan batasan keras akses untuk negara-negara termiskin.

“Keputusan untuk menaikkan batas akses bukanlah arahan untuk meminjamkan lebih banyak di semua program IMF,” kata Wakil Direktur Departemen Kebijakan dan Tinjauan strategi IMF, Sean Nolan.

“Kebijakan ini memberikan fleksibilitas untuk memberikan lebih banyak pembiayaan tanpa bunga bagi negara-negara dengan program ekonomi yang kuat untuk menangani pandemi dan jalan menuju pemulihan penuh,” jelas Nolan.

Dewan eksekutif IMF juga menyetujui strategi pendanaan dua tahap untuk menutupi biaya pinjaman lunak terkait pandemi serta mendukung keberlanjutan Pengurangan Kemiskinan dan Pertumbuhan Trust (PRGT), yang disesuaikan dengan beragam kebutuhan negara-negara berpenghasilan rendah.

Pada tahap pertama, IMF akan berusaha untuk mengamankan sekitar USD4 miliar dalam sumber daya subsidi yang diperlukan untuk membiayai pinjaman tanpa bunga dari PRGT. Sementara itu, IMF akan berusaha untuk memobilisasi sekitar USD18 miliar sumber daya pinjaman PRGT baru dari pemberi pinjaman PRGT.

Langkah itu dilakukan karena permintaan dari negara-negara berpenghasilan rendah terhadap dukungan keuangan IMF diperkirakan akan tetap tinggi selama beberapa tahun ke depan.

IMF telah memberikan dukungan keuangan kepada 53 dari 69 negara berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat pada 2020 dan pada paruh pertama 2021, dengan sekitar USD14 miliar dicairkan sebagai pinjaman suku bunga nol persen dari PRGT. (ATN)

Tags: IMF
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.