• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Implementasi SDGs, ADB Sahkan Kemitraan dengan Indonesia Senilai Rp157 Triliun

by Redaksi Asiatoday
September 24, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kepatuhan Rendah, ADB Soroti Rasio Pajak di Asia Tenggara

Presiden Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mengesahkan strategi kemitraan negara 2020-2024 untuk Indonesia.

Dengan strategi ini, pinjaman ADB kepada pemerintah Indonesia diperkirakan akan mencapai USD10,7 miliar atau setara Rp157,3 triliun pada periode 2020–2023.

Strategi ini ditujukan guna menjalankan serangkaian dukungan finansial dan solusi melalui operasi sektor pemerintah dan swasta ADB, serta pengetahuan teknis agar dapat mengkatalisasi investasi, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan membantu Indonesia agar bangkit lebih kuat lagi pasca pandemi Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut Presiden ADB Masatsugu Asakawa, dengan strategi 5 tahun yang baru tersebut, operasi ADB akan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing, dengan berfokus pada kesejahteraan manusia, ekonomi yang kompetitif dan lingkungan, sambil membantu untuk membangun ketahanan terhadap risiko iklim dan bencana.

“ADB akan membantu pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, termasuk pemulihan dari pandemi, melalui kombinasi pengetahuan, bantuan teknis dan dukungan keuangan,” jelas Asakawa melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2020).

ADB akan membantu Indonesia memperkuat layanan kesehatan, memperluas perlindungan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan keterampilan kerja. ADB juga akan membantu Indonesia menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan terhadap bencana alam dan pandemi.

Asakawa juga menuturkan strategi kemitraan negara yang baru ini mencerminkan komitmen kuat ADB guna membantu Indonesia mendorong pembangunan manusia, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menjawab risiko bencana, serta keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan naiknya ancaman global seperti perubahan iklim.

“Strategi tersebut memberikan kerangka yang fleksibel dan tangkas bagi ADB untuk membantu Indonesia memasukkan pemulihan hijau dan berbagai opsi pembangunan berkelanjutan lainnya, serta memperkuat mobilisasi sumber daya domestik guna mendukung upaya pemulihan,” jelasnya.

Strategi ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN, 2020–2024) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Sustainable Development Goals atau SDG), serta strategi korporat ADB, Strategy 2030.

“Kami sangat menghargai dukungan kuat ADB pada Indonesia yang sudah berlangsung lama, terutama kecepatan respons ADB, serta komunikasi yang erat dan aktif dengan pemerintah selama pandemi Covid-19,” kata Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.

Menurut Sri, strategi kemitraan ini memosisikan ADB sebagai mitra penting yang membawa solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan yang kompleks.

“Kami menyambut baik fokus ADB pada pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Operasi negara ADB akan berupaya memobilisasi pembiayaan bersama (cofinancing) dari mitra pembangunan dan investasi dari sektor swasta, guna membantu pemerintah merespons lebih baik naiknya kebutuhan keuangan di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai contoh, ADB akan membantu Indonesia menarik lebih banyak investasi swasta di bidang infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (PPP/public-private partnership) yang lebih luas.

Selain itu, ADB akan membantu pencapaian SDGs di Indonesia, dengan merancang berbagai opsi pembiayaan inovatif untuk mengurangi risiko proyek-proyek infrastruktur hijau dan sebagai katalis investasi sektor swasta.

Di sisi lain, ADB juga akan mendukung agenda reformasi kebijakan pemerintah dalam pembangunan modal manusia, inklusi keuangan, daya saing usaha, badan usaha milik negara, dan mempromosikan energi bersih.

Operasi ADB akan berupaya memajukan kesetaraan gender di Indonesia dengan membantu meningkatkan akses perempuan ke sektor keuangan formal, memperkuat keterampilan yang meningkatkan kelayakan bekerja lulusan perempuan dan keikutsertaan perempuan dalam usaha perdesaan, serta meningkatkan akses perempuan yang rentan ke layanan bantuan sosial.

Proyek-proyek yang dibiayai ADB akan mempromosikan penerapan teknologi untuk memaksimalkan dampak pembangunan.

Sebagai contoh, ADB akan memanfaatkan analitik mahadata (big data analytics), teknologi keuangan, teknologi satelit untuk pemetaan banjir dan pembangunan perkotaan, jaringan dan meteran pintar, teknologi panas bumi, teknologi limbah-menjadi-energi, serta sistem pengindraan jarak jauh guna meningkatkan proses survei dan perencanaan bagi operasi dan perawatan aset.

ADB akan mendukung partisipasi Indonesia dalam kerja sama regional dan kontribusinya terhadap pembangunan manfaat publik regional.

Hal ini mencakup kerja sama perpajakan internasional, kerja sama trilateral dengan negara-negara di kepulauan Pasifik terkait kesehatan laut, kemitraan untuk mengurangi polusi lingkungan akibat limbah plastik, dan pengembangan kawasan lintas batas guna mengurangi disparitas regional.

Hal ini sejalan dengan komitmen ADB yang ingin mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. (AT Network)

Tags: ADBAsian Development BankSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.