• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

India Sita Aset Perusahaan China, Xiaomi Senilai Rp10,4 Triliun

by Redaksi Asiatoday
October 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
India Sita Aset Perusahaan China, Xiaomi Senilai Rp10,4 Triliun

Xiaomi India. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah India menyita aset milik Xiaomi, produsen teknologi asal China senilai Rp10,4 triliun setelah ditemukan adanya transaksi illegal.

Laporan IndianExpress, Selasa (4/10/2022) Xiaomi India telah mengeluarkan pernyataan mendalam mengenai aset senilai Rs5.551,27 crope (US$682 juta) atau senilai Rp10,4 triliun yang disita oleh otoritas Foreign Exchange Management Act (FEMA).

Xiaomi India pun mengklaim bahwa lebih dari 84 persen dari jumlah aset yang disita merupakan pembayaran royalti kepada Qualcomm, perusahaan chipset asal Amerika Serikat.

RelatedPosts

30 Countries Unite to Create WAICO, Aiming to Redefine Global AI Governance

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Xiaomi menegaskan bahwa Xiaomi India adalah afiliasi dan salah satu perusahaan Grup Xiaomi, yang menandatangani perjanjian hukum dengan Qualcomm Group (AS) untuk melisensikan kekayaan intelektual untuk pembuatan smartphone.

Dalam pernyataan Xiaomi disebutkan bahwa baik Xiaomi maupun Qualcomm percaya bahwa itu adalah pengaturan komersial yang sah bagi Xiaomi India untuk membayar royalti Qualcomm.

Xiaomi mengatakan pembayarannya adalah untuk Paten Esensial Standar (SEP) dan IP yang digunakan dalam smartphone versi India.

Adapun, aset Xiaomi disita karena dugaan pelanggaran peraturan valuta asing dengan Direktorat Penegakan (ED) India mengklaim perusahaan mengirimkan sejumlah besar uang ke luar negeri kepada entitas terkait atas nama royalti tanpa benar-benar memanfaatkan layanan apa pun dari mereka atau Qualcomm.

ED juga telah menanyai Wakil Presiden Global Xiaomi Manu Kumar Jain dan direktur pelaksana India sebelumnya mengenai masalah ini.

Sebagai informasi, Xiaomi dan produsen smartphone lainnya melisensikan beberapa teknologi dari produsen chipset seperti Qualcomm, Mediatek, dan lain-lain, harus membayar royalti feed sebagai bagian dari perjanjian.

Xiaomi mencatat dalam pernyataannya bahwa ini adalah praktik standar di seluruh industri smartphone global dan tanpanya, smartphone tidak akan berfungsi di India.

Pernyataan itu menambahkan bahwa semua pembayaran royalti yang dilakukan oleh Xiaomi India hanya terkait dengan penjualan yang dilakukan oleh Xiaomi India dan bukan untuk negara atau wilayah lain.

Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Qualcomm Group (AS). Xiaomi India menambahkan bahwa pembayaran ini dilakukan melalui saluran perbankan yang disetujui dan diamanatkan oleh RBI dan merupakan pengaturan komersial yang sah.

Xiaomi India juga membantah memiliki aset di luar India. Xiaomi India menambahkan bahwa Bagian 4 FEMA bahkan tidak berlaku dalam situasi ini. Menurut ketentuan Bagian 4, tidak ada orang atau badan yang boleh mentransfer, memegang valuta asing atau harta tak bergerak di luar India. (ATN)

Tags: Xiaomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • 30 Countries Unite to Create WAICO, Aiming to Redefine Global AI Governance
  • Indonesia Deepens Asia Trade Push
  • Indonesia Business Confidence Under Pressure
  • Indonesia–Switzerland Alliance Targets Global Mineral Supply Chain Transformation
  • INPEX Advances Indonesia’s Energy Future with Abadi Masela LNG Partnership
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.