• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

India Tutup Ekspor Gandum, Harga Gandum Global Naik Tajam

by Redaksi Asiatoday
May 17, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
India Tutup Ekspor Gandum, Harga Gandum Global Naik Tajam 1

Kebun Gandum. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kebijakan Pemerintah India menutup ekspor gandum langsung berdampak terhadap kenaikan harga gandum secara global.

Pada Senin (16/5/2022) harga gandum telah melonjak menjadi 435 euro per ton di pasar di Eropa

Kenaikan harga gandum secara global ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap kurangnya pasokan sejak operasi militer Rusia ke pembangkit tenaga pertanian Ukraina pada Februari lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Diketahui, pembangkit tenaga pertanian itu menyumbang 12 persen dari ekspor gandum global.

Lonjakan harga ini juga semakin diperburuk menyusul terjadinya krisis pupuk sehingga panen menjadi buruk. Hal itu memicu inflasi secara global dan menimbulkan kekhawatiran kelaparan dan kerusuhan sosial di negara-negara berpendapatan rendah.

Untuk diketahui, India sebagai produsen gandum terbesar kedua di dunia telah menutup keran ekspor pada Sabtu lalu. Faktor-faktor tertentu termasuk produksi menjadi lebih rendah dari biasanya.

Harga global pun meningkat tajam akibat kekhawatiran keamanan pangan 1,4 miliar masyarakat di sana.

Adapun kesepakatan ekspor tetap akan dipenuhi sebelum kebijakan diterbitkan pada 13 Mei lalu. Namun, pengiriman ekspor gandum ke depannya akan membutuhkan persetujuan pemerintah.

Ekspor dapat dilakukan jika pusat pemerintahan India di New Delhi menyetujui permintaan dari pemerintah negara lain. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan mereka.

India pun sebelumnya sempat mengatakan siap membantu mengisi kekurangan pasokan yang disebabkan perang Ukraina dan Rusia.

Oleh sebab itu, larangan ekspor mendapat kritik tajam dari negara-negara industri G7 (Group of Seven). Mereka memprediksi tindakan pelarangan ekspor akan memperburuk krisis dan menyebabkan kenaikan harga komoditas. (AFP)

Tags: GandumIndiaKrisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.