• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indo-Pasifik Jadi Episentrum Persaingan, Perang AS-China Tak Lagi Terbayangkan

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indo-Pasifik Jadi Episentrum Persaingan, Perang AS-China Tak Lagi Terbayangkan

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Ist

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan perang antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak lagi terbayangkan.

Morrison menyampaikan hal itu di Forum Keamanan Aspen ibu kota Australia, Canberra, Rabu (5/8) di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

“Kami mengakui bahwa apa yang sebelumnya tidak dapat dibayangkan dan bahkan dianggap tidak mungkin atau mungkin dalam hal jenis-jenis hasil tersebut tidak dipertimbangkan dalam konteks itu lagi,” kata Morrison dikutip Press TV.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Morrison lebih lanjut menegaskan, menemukan sekutu di kawasan itu adalah prioritas kritis bagi Canberra.

“Saat ini, Indo-Pasifik menjadi episentrum persaingan strategis. Ketegangan atas klaim teritorial semakin meningkat,” katanya.

“Kita harus mengambil sikap optimis tetapi bukan sikap yang tidak realistis atau naif. Kita harus menetapkan dan mengawinkan diri kita dengan tujuan di sini dan itu bukan penindasan atau penahanan satu negara, ini tentang keseimbangan produktif dan strategis itu bisa dicapai,” tambahnya.

Walau demikian, Morrison berharap, di tengah ketegangan antara AS dan China, hubungan ekonomi Canberra-Beijing dapat dilanjutkan.

“Yang penting adalah bahwa hubungan perdagangan, hubungan ekonomi dapat dilanjutkan. Itu terjadi. Itu memiliki frustrasi dari waktu ke waktu.”

AS dan China telah berselisih tentang berbagai masalah, tetapi baru-baru ini, Washington telah mengambil sikap yang jauh lebih agresif terhadap Beijing. Sikap agresif Washington terhadap Beijing muncul menjelang pemilihan presiden AS pada November. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.