• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia-Australia Sepakat Memperluas Kerja Sama di Bidang Perhubungan

by Redaksi Asiatoday
February 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia-Australia Sepakat Memperluas Kerja Sama di Bidang Perhubungan

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Australia menandatangani kesepakatan berkaitan dengan Perhubungan di antaranya konektivitas udara, vokasi, dan keselamatan.

Penandatanganan Kesepakatan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, saat memberikan keterangan mengenai kegiatan Presiden Joko Widodo, di Hyatt Hotel Canberra – A Park Hyatt Hotel, Canberra, Senin (10/2/2020).

“Kemudian penandatanganan 2 dokumen yaitu plan of action untuk implementasi strategic comprehensive partnership tahun 2020-2024 kemudian tanda tangan MoU masalah kerja sama perhubungan,” ujar Menlu, sebagaimana keterangan tertulis setkab.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Isi kesepakatan tersebut diantaranya; Pertama, menurut Menhub Budi Karya Sumadi, berkaitan dengan kemudahan menggunakan konektivitas udara karena saat ini memang dari Australia lebih banyak 115 dan dari Indonesia 82.

“Tapi mungkin itu tidak masalah batasan-batasan yang selama ini ada kita minta akan dikurangi. Apalagi kita tahu bahwa sekarang ini status Indonesia itu masih yellow artinya kita dibedakan dengan negara-negara lain, dengan Vietnam, dan sebagainya,” jelas Menhub.

Untuk itu, Pemerintah RI minta disamakan menjadi green sehingga itu memudahkan untuk pergerakan orang dari Indonesia dan Australia.

“Yang kedua adalah kita akan tanda tangan besok itu khususnya yang berkaitan dengan vokasi dan safety,” sambung Menhub.

Menurut Menhub,  Australia banyak memberikan support bagi safety di Indonesia utamanya terkait peningkatan vokasi di Indonesia dengan memberikan tenaga-tenaga pelatihan-pelatihan.

“Dan kita butuh vokasi untuk menyamakan standar kelautan itu IMO dan kalau aviasi itu IQ. Saya pikir hubungan baik saat ini sudah berlangsung sejak 2003 dan kita akan tingkatkan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih meningkat,” ujar Menhub. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: IA-CEPAKerjasama Indonesia-Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.