• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan Kamboja Kolaborasi Redam Kampanye Negatif Sawit Global

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia dan Kamboja Kolaborasi Redam Kampanye Negatif Sawit Global

Pertemuan Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng dengan State Secretary Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Eang Sophalleth membahas masa depan sawit dan kesinambungan ekonomi petani di Asia Tenggara, (15/01/2021). Ist

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Indonesia dan Kamboja sepakat untuk berkolaborasi untuk memerangi kampanye negatif terhadap komoditas sawit dan turunannya secara global.

Kesepakatan ini terbangun saat Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng bertemu dengan State Secretary Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Eang Sophalleth membahas masa depan sawit dan kesinambungan ekonomi petani di Asia Tenggara, (15/01/2021).

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan oleh Dubes Sudirman untuk menggalang dukungan dan peran aktif kamboja pada pertemuan ASEAN – EU Joint Working Group (JWG) yang akan membahas isu terkait minyak nabati, termasuk sawit, pada akhir Januari 2021.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Isu yang akan dibahas dalam JWG ini sangat penting terutama bagi ASEAN, yang merupakan kawasan pengekspor komoditas minyak sawit terbesar. Apalagi isu kelapa sawit, target menjadi kampanye negatif secara sistemik yang dilakukan oleh pihak – pihak yang berkepentingan,” tegas Duta Besar Sudirman Haseng, yang disiarkan Kemenlu RI, Senin (18/1/2021).

Sementara YM Eang Sophalleth memandang arti penting isu yang dibahas dalam kaitan mendorong implementasi SDGs dan ekonomi berkelanjutan, serta melihat peluang dan tantangan pada produksi minyak nabati.

Pertemuan juga membahas terkait rencana kerja sama pada sektor ecotourisme sebagai destinasi baru yang sangat potensial untuk mengedukasi pelajar dan turis domestik maupun internasional terkait keunggulan, kegunaan, dan manfaat minyak sawit, serta memberikan pemahaman yang lebih luas dalam memberikan persepktif dari berbagai sudut pandang untuk melawan kampanye negatif terhadap komoditas sawit. (AT Network)

Tags: Asean TradeAsia BusinessAsia TradeIndonesia dan KambojaIndustri Sawit
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.