• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Singapura dalam Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Singapura dalam Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Nomura Research Institute. Is

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga riset yang berbasis di Jepang, Nomura Research Institute (NRI), memandang Indonesia dan Singapura kini berada dalam ancaman gelombang kedua pandemi coronavirus (Covid-19).

Analis Nomura itu dituangkan dalam sebuah laporan bertajuk Gauging the risk of a second wave of Covid-19.

Indonesia dan Singapura dalam Ancaman Gelombang Kedua Covid-19 1
Analisis Nomura Research Institute. Ist

Dikutip dari laporan tersebut pada Rabu (8/7/2020), Menurut Nomura, Indonesia masuk kategori bahaya gelombang kedua Covid-19 setelah memutuskan untuk membuka kegiatan bisnis dan ekonomi secara bertahap.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Selain Indonesia, Nomura juga menganalisis pembukaan aktivitas ekonomi di 10 negara bagian Amerika Serikat dan 45 negara, termasuk Singapura dari negara anggoa ASEAN.

Nomura menggunakan analisis pergerakan data konfirmasi positif dan mobilitas penduduk melalui Google Mobility.

Atas dasar itu, Nomura kemudian menggunakan dua skenario: skenario baik dan skenario buruk.

Dalam perspektif skenario baik, penghentian lockdown membuat kegiatan ekonomi dan bisnis kembali berdenyut, mobilitas masyarakat meningkat tajam, namun penambahan kasus positif Covid-19 harian sangat rendah.

Sementara itu dalam perspektif skenario negatif, kegiatan bisnis dan ekonomi kembali berdenyut. Namun hal itu membawa konsekuensi terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19, sehingga masyarakat ketakutan dan membatasi mobilitas.

Dengan menggunakan dua skenario itu, Nomura memetakan 17 negara yang tidak akan mengalami gelombang kedua Covid-19, kendati perekonomian dibuka.

Sementara itu, 15 negara masuk wilayah bahaya gelombang kedua Covid-19. Indonesia dan Singapura masuk kelompok negara itu.

Negara lain yang juga masuk kategori bahaya ini ntara lain Argentina, Chili, Brazil, Kanada, Kulumbia, Ekuado, India, Meksico, Pakistan, dan Peru. Selanjutnya ada Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Swedia.

Di tengah-tengah kedua kategori kelompok tersebut, ada 13 negara masuk kategori kawasan yang perlu hati-hati alias warning zone. Tiga belas negara ini berpotensi mengalami gelombang kedua Covid-19 namun hanya tentatif. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Nomura Research Institute
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.