• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dibanjiri Tekstil Ilegal Impor, Negara Kehilangan Pendapatan Rp19 Triliun

by Redaksi Asiatoday
April 1, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Genjot Industri Tekstil, Pemerintah Target Ekspor USD15 Miliar

Industri tekstil. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Aktivitas impor tekstil dan produk tekstil (TPT) ilegal di Indonesia naik tajam sepanjang tahun 2022.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) mencatat, volume impor produk itu mencapai 320 ribu ton, atau melampaui volume impor pakaian legal sebanyak 250 ribu ton.

Dari aktivitas ilegal ini, negara kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 19 triliun.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Jika kita hitung 230 ribu ton nilainya sekitar Rp32 triliun. Kalau pemerintah kasih PPN, PPh, bea masuk dan BMTP, seharusnya pemerintah bisa dapat Rp 19 triliun. Artinya pemerintah kehilangan pendapatan Rp 19 triliun dari sektor pajak pakaian ilegal ini,” kata Ketua Umum APSyFI, Redma Wirawasta dalam konferensi pers, Jumat (31/3/2023).

Menurut Redma, sepanjang tahun 2022, impor sektor TPT termasuk pakaian bekas ilegal (thrifting) sebesar 320 ribu ton itu setara dengan 16 ribu kontainer per tahun atau 1.333 kontainer per bulan.

Selain kerugian dari potensi pendapatan yang menguap, impor ilegal juga membuat kehilangan potensi serapan 545 ribu tenaga kerja langsung dan 1,5 juta tidak langsung dengan total pendapatan karyawan Rp 54 triliun per tahun.

Pdahal, menurut Redma, bila tekstil diproduksi di dalam negeri, masukan sektor pajak bisa mencapai Rp 6 triliun dan setoran ke BPJS bisa tembus Rp 2,7 triliun.

“Serta berimplikasi pada kegiatan ekonomi disektor energi, perbankan, logistik, industri pendukung dan sektor lainnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, daya destruktif impor ilegal tersebut mencapai 29,6 persen atau setara US$ 6 miliar dari US$ 20 miliar total turnover lokal sehingga menjadi hambatan investasi dan menekan utilisasi produksi industri TPT Nasional menjadi hanya tinggal 50 persen.

Lebih lanjut Redma menyampaikan bahwa saat ini banyak ditemukan perusahaan impor bodong yang menyalahgunakan izin impor untuk menyelundupkan barang. Banyak perusahaan yang punya Angka Pengenalan Importir-P (API-P untuk produsen) dan API-U (untuk pedagang umum) misalnya, yang hanya punya Izin Usaha Industri (IUI) saja, namun tidak punya mesin dan kapasitas produksi.

Ajaibnya kata Redma, mereka mendapatkan izin impor dalam jumlah puluhan hingga ratusan juta meter tekstil dan produk tekstil. Ada juga modus under inovoice, sehingga terjadi pelarian HS dan transshipment untuk menghindari kewajiban pajak dan pabean.

Ia menyebut sebagian besar oknum importir mempunyai banyak perusahaan importir tekstil dan produk tekstil bodong, baik yang berperan sebagai produsen untuk mendapatkan Persetujuan Impor (PI) API-P dari Kemenperin.

“Maupun yang berperan sebagai API-U untuk mendapatkan PI dari Kemendag,” katanya. (ANT)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament IndonesiaImpor Tekstil
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.