• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Diuntungkan dengan Resesi Ekonomi Singapura

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Diuntungkan dengan Resesi Ekonomi Singapura

Negeri Singapura. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perang dagang antara Amerika Setrikat (AS) dan Tiongkok terus memakan korban. Kali ini, resesi ekonomi melanda Singapura. Pelemahan ekonomi Singapura terjadi lantaran secara geopolitik AS dan Tiongkok dekat dengan negara Singa itu.

Menurut Senior Economist Asia dan ASEAN, Edward Economist resesi ekonomi Singapura akan menguntungkan Indonesia. Hal itu terbukti dari dana asing yang mengalir deras hingga mencapai Rp177 triliun pada pekan lalu.

“Indonesia tak perlu khawatir atas perlambatan pertumbuhan Singapura terhadap aliran modal,” terangnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Dampak pelemahan ekonomi Singapura hanya membayangi sentimen investasi di kawasan Asia Tenggara. Sebaliknya, sentimen tersebut justru menguntungkan pasar keuangan Indonesia karena Singapura membutuhkan tempat untuk berinvestasi guna menggenjot ekonominya.

“Percayalah investasi di kawasan yang melambat justru menunjukkan sentimen positif ke Indonesia yang mencerminkan aliran modal masuk,” terangnya.

Meski begitu, Edward berharap pemerintah tetap mengantisipasi berbagai dampak dari krisis ekonomi global terhadap negara-negara di kawasan ASEAN.

“Misalnya, meramu kebijakan terkait rantai pasok guna mengambil untung dari eskalasi perang dagang. Tentu kita berharap kebijakan rantai pasok (supply chain) bisa menstabilkan dampak-dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi Indoensia,” tandasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran dana asing yang masuk ke Indonesia secara year to date (ytd) hingga 23 Agustus 2019 mencapai Rp177 triliun. Dana tersebut masuk melalui berbagai instrumen pasar keuangan yakni, Surat Berharga Negara (SBN) Rp114,9 triliun dan saham sebanyak Rp63,1 triliun. (AT Network)

Tags: Perang Dagang Amerika-ChinaResesi EkonomiResesi Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.