• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Ekspor 265,77 Ton Produk Hortikultura Ditengah Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 19, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Ekspor 265,77 Ton Produk Hortikultura Ditengah Pandemi Covid-19

Pelabuhan Panjang, salah satu pintu ekspor di Bandar Lampung. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) menjadi berkah tersendiri bagi sektor pertanian, khususnya produk Hortikultura. Pasalnya, permintaan pasar global meningkat signifikan.

Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan sertifikasi ekspor pada produk samping Nanas berupa Ampas Kulit Nanas.

Sejak 2018, sertifikat ekspor Ampas Kulit Nanas asal Lampung sebanyak 15,59 ton dan meningkat 3 kali lipat menjadi 503,33 ton di 2019.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Bahkan, di tengah wabah virus corona (COVID-19), permintaan fasilitasi ini tidak berhenti. Periode Januari hingga Maret 2020, berhasil membukukan 265,77 ton, dengan 12 kali pengiriman.

“Alhamdulilah, ditengah kelesuan saat ini, komoditas Pertanian asal Lampung tetap melaju di pasar ekspor,” terang Kepala Barantan, Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya yang diterima Minggu (19/4/2020).

Menurut Jamil, Ampas Kulit Nanas juga dimanfaatkan dalam negeri untuk campuran bahan pakan ternak.

“Karena jumlahnya yang berlimpah dan juga mampu memenuhi persyaratan teknis kesehatan tumbuhan, maka dapat tembus pasar Jepang sebagai negara terbanyak yang mengimpor,” jelas Jamil.

Selain komoditas sub sektor hortikultura, Kopi dan Palm Kernel asal Lampung juga termasuk komoditas yang tetap melaju di pasar ekspor ditengah kondisi saat ini.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Jumadh menyebutkan sebanyak 16 negara yang terus memasok kopi khas asal wilayahnya. Negara itu, diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Algeria, Georgia, Kanada dan lainnya.

“Terhitung sebanyak 112,9 ton biji kopi dipastikan pihaknya sehat, aman dan sesuai persyaratan di pasar global,” jelas Jumadh.

Sementara untuk bungkil kelapa sawit, sebanyak 44,6 ribu ton masih dikirimkan ke pasar Selandia Baru saja.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo selalu mengingatkan jajarannya meningkatkan produktivitas setiap komoditas untuk kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor.

Ia mengatakan, ekspor sektor pertanian dapat membantu perekonomian nasional dapat tetap bertahan ditengah resiko resesi ekonomi global. (AT Network)

Tags: Ekspor IndonesiaEkspor PertanianHortikulturaKomoditi PertanianKopi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.