• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Gagal Cegah Resesi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tekanan Makin Dalam, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Minus 3,8 Persen Kuartal II

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkontraksi antara minus 2,9 persen sampai minus 1 persen di kuartal III-2020.

Dengan kondisi ini, Indonesia gagal mencegah resesi ekonomi setelah kontraksi ekonomi pada kuartal sebelumnya.

Menurut Sri Mulyani, sejauh ini hanya konsumsi pemerintah yang mampu tumbuh positif pada kuartal III ini. Sementara konsumsi rumah tangga yang punya peran terhadap ekonomi nasional masih tumbuh negatif.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Pada konsumsi rumah tangga diperkirakan masih pada zona kontraksi yaitu minus 3 persen hingga minus 1,5 persen pada kuartal III ini,” jelas Sri dalam video conference di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Konsumsi rumah tangga diprediksi membaik dibandingkan kuartal sebelumnya, meski masih negatif. Secara keseluruhan tahun ini, konsumsi rumah tangga diprediksi akan tumbuh negatif antara minus 2,1 persen sampai dengan minus 1 persen.

Sementara konsumsi pemerintah diprediksi tumbuh antara 9,8 persen hingga 17 persen di kuartal III 2020.

Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan konsumsi pemerintah karena adanya akselerasi yang luar biasa untuk belanja negara.

“Untuk keseluruhan tahun kita ada di positif 0,6 hingga 4,8 persen. Sehingga pemerintah sudah all out melalui kebijakan belanja atau ekspansi fiskalnya sebaga cara countercyclical,” jelasnya.

Untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi diprediksi masih akan terkontraksi minus 8,5 persen hingga minus 6,6 persen di kuartal III dan minus 5,6 persen hingga minus 4,4 persen sepanjang 2020.

Selanjutnya ekspor minus 13,9 persen hingga 8,7 persen di kuartal III dan minus sembilan persen hingga minus 5,5 persen di 2020. Sedangkan impor minus 26,8 persen hingga minus 16 persen di kuartal III dan minus 17,2 persen hingga minus 11,7 persen di 2020.

“Oleh karena itu, neraca pembayaran terutama neraca perdagangan kita memang mengalami surplus tapi surplusnya ini akibat kontraksi impor yang jauh lebih dalam dibandingkan kontraksi ekspornya, sehingga belum menunjukkan pemulihan yang masih rapuh,” tandasnya. (ATN)

Tags: Resesi EkonomiResesi IndonesiaSri Mulyani Indrawati
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.