• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Gandeng PBB Angkat Daya Saing Udang dan Rumput Laut di Pasar Global

by Redaksi Asiatoday
August 18, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saatnya Rumput Laut Indonesia Kuasai Pasar Global

Seaweed Farmers in Indonesia. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melanjutkan kemitraan strategis dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk meningkatkan daya saing produk perikanan khususnya udang dan rumput laut Indonesia di pasar global.

Kemitraan melalui Program SMART-Fish 3 dimaksudkan memperkuat produksi, standar mutu, diversifikasi produk, dan peluang pasar produk udang dan rumput laut yang dilaksanakan melalui Global Quality and Standards Programme (GQSP).

“Program SMART-Fish 3 ini melanjutkan program sebelumnya (SMART-Fish 2) yang telah berlangsung 2019-2023,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/8/2023).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Indonesia Gandeng PBB Angkat Daya Saing Udang dan Rumput Laut di Pasar Global 1
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) meluncurkan Program SMART-Fish 3. Foto KKP

Budi mengungkapkan dalam fase baru ini, produk udang hasil ramah lingkungan menjadi salah satu fokus kegiatan dalam program ini karena permintaan pasar dunia kian meningkat dengan harga premium.

Sementara produk rumput laut jenis baru, seperti Ulva dan Caulerpa, menjadi fokus komoditas berikutnya dalam program ini yang diharapkan mampu mengakselerasi hilirisasi komoditas rumput laut.

“Diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah dengan pasokan bahan baku sesuai standar diharapkan dapat mendorong praktik produksi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, Budi menyebut bahwa Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan bahan baku industri agar dan karaginan di dalam negeri.

Selanjutnya, dia optimis Indonesia akan berhasil meningkatkan market share produk rumput laut bernilai tambah (agar dan karaginan), sehingga ekspor bahan mentah komoditas “emas hijau” tidak lagi mendominasi.

“Saat ini, KKP telah menyiapkan sentra-sentra usaha rumput laut di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Wakatobi, Maluku Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi mengingatkan pentingnya pengembangan panduan Risk Profiling sebagai acuan para pelaku usaha dalam mengidentifikasi risiko potensial sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampaknya. Panduan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan dan ketangguhan sektor perikanan Indonesia.

Dia menyontohkan Unit Pengolah Ikan (UPI) skala mikro dan kecil di Tarakan yang berhasil menembus pasar ekspor Malaysia.

“Kami menyiapkan 16 Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan udang, rumput laut, bandeng dan patin. SOP ini menjadi panduan penting bagi pelaku usaha untuk menjalankan operasi mereka secara efisien dan berkualitas,” urai Budi.

Sebagai informasi, GQSP Indonesia merupakan hibah dari pemerintah Swiss melalui Secretariat for Economic Affairs (SECO) dengan kegiatan SMART-Fish 3 yang akan berlangsung mulai 2023 – 2026.

Pada periode sebelumnya (2019-2023) telah dilaksanakan kegiatan SMART-Fish 2 dengan capaian antara lain pelatihan value chain bagi 3.749 pelaku usaha, pelatihan SOP budidaya bagi 3.618 pelaku usaha, pelatihan sertifikasi kelayakan pengolahan bagi 932 UMKM, dan pelatihan cara penanganan ikan yang baik bagi 112 pedagang.

Selain itu, telah dilakukan penyusunan Juknis Pengembangan Klaster Daya Saing dan Platform M&E digital berbasis Web dan Apps untuk SIMLATLUH, serta penyusunan 5 rekomendasi kebijakan terkait sistem jaminan mutu dan kebijakan nasional lainnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ekspor rumput lautEkspor UdangUnited Nations Industrial Development Organization
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.