• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Genggam Komitmen Investasi US$20 Miliar untuk Proyek Transisi Energi

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2023
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dukungan Inggris Perkuat Langkah Indonesia Wujudkan Ekonomi Rendah Karbon

Pengembangan energi terbarukan, menjadi salah satu komitmen ekonomi rendah karbon di Indonesia. Dok Bappenas

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah menggenggam komitmen investasi senilai US$20 miliar dari negara-negara G20 untuk berbagai proyek transisi energi di tanah air.

Karena itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta jajarannya untuk membangun platform yang kuat.

“Presiden Jokowi meminta supaya para menteri berkoordinasi membangun sebuah platform yang waktu itu sudah diluncurkan di KTT G20. Ada komitmen US$20 miliar,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (31/01/2023).

RelatedPosts

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

President Prabowo to Launch CATL-Antam Battery Megaproject in July

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga meminta jajarannya untuk menyusun regulasi yang dapat melandasi kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dibutuhkan suatu peraturan untuk melandasi itu supaya bisa berjalan secara kredibel dan baik. Itu yang Presiden Jokowi minta supaya kita menyusun,” tandasnya.

Untuk mengimplementasikan itu, Presiden Jokowi mendukung pembentukan induk perusahaan (holding) dan anak induk perusahaan (subholding) di PT PLN (Persero).

“Untuk pembentukan holding subholding menurut saya tidak ada halangan dari sisi perpajakan, bahkan kita akan mendukung,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah juga menyetujui berbagai hal yang dibutuhkan dari sisi perpajakan terkait pembentukan induk dan anak induk perusahaan di PT PLN (Persero).

“Dari sisi treatment PPN, PPh, dan kemudian penggunaan nilai buku itu kita dukung dan sudah ada peraturan yang melandasinya,” ujarnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Green EnergyTransisi Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.