• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Indonesia Jadi Target Pertama Misi Perdagangan AS di Asia Melalui IPEF

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Jadi Target Pertama Misi Perdagangan AS di Asia Melalui IPEF

Misi Perdagangan AS Awali Kunjungan Asia Tenggara di Jakarta, Jajaki Solusi Bisnis dan Kolaborasi Energi Bersih dengan Indonesia. Dok Kedubes AS

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mulai bergerak untuk mengimplementasikan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity, atau IPEF) dengan menyasar negara-negara di Asia.

Negara pertama yang menjadi target adalah Indonesia.

Pada 6 Juni 2022, delegasi pejabat pemerintahan dan industri Amerika Serikat bertemu dengan pemimpin sektor publik dan swasta Indonesia untuk mendiskusikan peluang perdagangan, mengejar kesepakatan investasi, dan menjajaki kebutuhan proyek serta opsi pembiayaan ekspor saat kedua negara bersiap untuk mengatasi tantangan perubahan iklim di Asia Tenggara, sekaligus juga memberdayakan para pelaku bisnis dan pekerja di kedua sisi Pasifik.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Misi Pengembangan Bisnis Clean EDGE Asia merupakan salah satu prioritas utama Pemerintahan Biden-Haris guna memperkuat peran serta AS dengan 13 mitra regional yang memiliki pemikiran yang sama. Indonesia merupakan mitra pendiri IPEF.

Misi Administrasi Perdagangan Internasional (International Trade Administration) Departemen Perdagangan AS dipimpin oleh Wakil Asisten Menteri Pamela Phan. Ia didampingi oleh Direktur Badan Pembangunan dan Perdagangan AS (U.S. Trade and Development Agency) Enoh Ebong, perwakilan Export-Import Bank of the United States, dan eksekutif dari sejumlah bisnis AS dari sub-sektor energi terbarukan dan bahan bakar, penyimpanan energi, hidrogen, jaringan kelistrikan berteknologi canggih (smart grid), nuklir, dan gas alam cari (LNG).

Delegasi AS termasuk 12 perusahaan industri terkemuka seperti: Bechtel (Texas), Bloom Energy (California), Cheniere Energy (Texas), Ecoplexus (California), FuelCell Energy (California), Itron (Washington), Marquis Energy Global (Illinois), NuScale Power (Oregon), Sempra Energy (California), U.S. Grains Council (Washington, D.C.), UPC Renewables (Florida), dan Westinghouse Electric Company (Pennsylvania). Secara kolektif, perusahaan-perusahaan ini berpotensi meningkatkan investasi asing dalam sektor ketenagalistrikan Indonesia secara tajam.

“Amerika Serikat sangat menghargai kemitraan yang erat dan produktif dengan Indonesia,” ujar Phan pada saat upacara pembukaan dikutip dari Kedubes AS di Jakarta, Sabtu.

“Sebagai negara demokrasi dengan jumlah populasi terbesar kedua dan ketiga di dunia, negara kita sama-sama memiliki nilai-nilai demokratis yang kita junjung tinggi. Dan kita juga sama-sama memiliki visi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, dimana Indonesia menjadi pemimpin kunci,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Phan mengumumkan bahwa Layanan Komersial AS (U.S. Commercial Service) ITA akan meluncurkan program baru untuk mendukung kolaborasi sektor swasta AS saat Indonesia melanjutkan rencananya untuk membangun ibu kota baru yang pintar dan berkelanjutan, Nusantara.

Selagi tim ITA yang terdiri atas diplomat dan spesialis komersial mengatur dan memfasilitasi acara temu dagang antara perusahaan, pembeli, dan investor AS dan Indonesia, Phan bertemu dengan pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan Indonesia untuk menyampaikan pujian atas peran pemerintah Indonesia sebagai mitra pendiri IPEF.

Ia juga mendiskusikan peluang-peluang lain yang terbuka bagi AS dan Indonesia untuk bermitra dalam energi bersih dan teknologi bersih.

Ebong mengatakan, “Partisipasi kami dalam misi perdagangan ini berlandaskan dukungan USTDA [Badan Pembangunan dan Perdagangan AS] terhadap lebih dari 100 proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Pembicaraan kuat yang kami dapatkan akan diwujudkan menjadi peluang baru bagi USTDA untuk mengembangkan infrastruktur cerdas iklim guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara mendukung pekerjaan di AS melalui ekspor barang dan jasa AS.”

Phan dan Ebong juga mengadakan pertemuan dengan pemimpin sektor swasta terkemuka, termasuk yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dimana mereka bertemu dengan sejumlah pengusaha perempuan Indonesia terkemuka untuk mendengar pengalaman mereka dan mendapatkan masukan tentang upaya-upaya lainnya yang dapat ditempuh pemerintah guna mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.

Menjelang penghujung hari, Wakil Presiden Senior Christopher Day dari Export-Import Bank of the United States (EXIM) melakukan perjalanan dengan anggota delegasi untuk mempelajari bagaimana perusahaan-perusahaan AS di Indonesia membantu mendorong pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan dengan mengunjungi Pusat Data Princeton Digital Group di Bintaro, Banten.

“EXIM memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia, dan kami menantikan mendiskusikan cara-cara EXIM dapat mendanai barang dan jasa AS yang mendukung energi bersih dan infrastruktur digital,” ujar Day.

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim juga ikut hadir pada pagi hari untuk menyampaikan salam selamat sukses kepada delegasi AS dan rekan sejawat mereka dari Indonesia.

Indonesia Jadi Target Pertama Misi Perdagangan AS di Asia Melalui IPEF 1
Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim. Dok Kedubes AS

“Dengan peluncuran IPEF, ini merupakan misi perdagangan yang bersejarah, dan saya senang bisa bertemu dengan delegasi eksekutif bisnis AS ini, yang memahami potensi hebat yang ada di Indonesia,” ujar Dubes Kim.

“Saya menantikan mendengarkan tentang peluang kolaborasi dan kemitraan yang akan difasilitasi IPEF guna kepentingan para pekerja di kedua negara.”

Setelah Indonesia, delegasi akan memulai misi kedua mereka di Hanoi, Vietnam. (ATN)

Tags: Indo-Pacific Economic FrameworkIndonesia-Amerika Serikat (AS)IPEF
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.