• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Kecam Keras Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad di Prancis

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Siapkan Skenario Evakuasi WNI dari Iran

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tindakan tabloid Charlie Hebdo di Prancis menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad menuai kecaman keras dari pemerintah Indonesia.

Penerbitan kembali karikatur yang menjadi kontroversi itu untuk memperingati lima tahun serangan ke kantor majalah tersebut.

“Indonesia mengecam keras semua tindakan tak terpuji ini,” tegas Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/9/2020).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” tegas Retno.

Menurut Retno, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi. Penerbitan ulang karikatur ini juga berpotensi menyebabkan perpecahan antarumat beragama.

Apalagi, penerbitan ulang dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Padahal dalam masa ini, dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad SAW yang menjadikan kantor majalah satire tersebut sasaran serangan mematikan pada 2015. Perilisan ulang kartun kontroversial dilakukan satu hari sebelum persidangan 14 orang yang dituding membantu dua orang pelaku penyerangan kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015.
 
12 orang tewas dalam serangan termasuk, termasuk beberapa kartunis. 5 orang tewas beberapa hari kemudian di Paris dalam sebuah serangan berbeda namun terkait Charlie Hebdo.
 
Serangan di kantor Charlie Hebdo memicu gelombang aksi kekerasan lainnya di seantero Prancis.

Halaman depan edisi terbaru meliputi 12 kartun orisinil Nabi Muhammad, yang pernah diterbitkan di sebuah koran Denmark sebelum muncul di Charlie Hebdo. Salah satu kartun memperlihatkan Nabi Muhammad memakai bom ketimbang turban.
 
Dalam editorialnya, Charlie Hebdo mengklaim pihaknya sering dapat permintaan dari sejumlah pihak untuk melanjutkan karikatur Nabi Muhammad sejak serangan 2015. (ATN)

Tags: Kemenlu RIMenlu Retno MarsudiPrancis
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.