• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Penyumbang Limbah Plastik Terbesar Kedua di Dunia Setelah China

by Redaksi Asiatoday
August 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD6 Juta, Circulate Capital Sokong Perusahaan di Indonesia Atasi Krisis Sampah

Pantai dan laut tercemar sampah plastik. Dok

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Indonesia menghadapi tantangan sistematis dalam membangun masa depan perairan laut.

Salah satu tantangan paling terbesar adalah pencemaran limbah industri dan rumah tangga, tumpahan minyak serta limbah plastik.

“Bahkan, Indonesia menjadi salah satu penyumbang limbah plastik terbesar di dunia setelah China,” ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di forum diskusi yang digelar Alumni Swedia bertajuk “Penguatan Blue Economy Pasca-Pandemi Covid-19 Menuju Ekonomi Indonesia Tangguh” secara daring, Minggu (15/8/2021).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Suharso, untuk menekan tingkat pencemaran laut, dibutuhkan gerakan bersama membangun kesadaran masyarakat merawat samudera Indonesia yang luar biasa luasnya. Berbagai gerakan peduli lingkungan harus ditumbuhkan.

“Deklarasi Juanda yang menjadi salah satu tonggak penting sejarah kemaritiman Indonesia menyiratkan, bahwa membangun bangsa dan perekonomian harus berbasis pada potensi dan kedaulatan negara kepulauan,” jelasnya.

Lebih jauh Suharso memaparkan, Indonesia secara bertahap mulai orientasi pembangunan.

Implementasi ekonomi biru dengan strategi jelas dan terarah menjadi pilihan strategis agar dapat memelihara ekosistem kelautan sekaligus memaksimalkan besarnya potensi sektor itu.

“Salah satu strategi yang bisa dilakukan penggunaan energi bersih berbasis laut, karena laut memiliki potensi energi yang bersih dan terbarukan sangat besar,” jelasnya.

Perencanaan ekonom Indonesia terkait isu ekonomi biru (blue ekonomy), telah diturunkan dalam perencanaan pembangunan jangka menengah nasional. Ekonomi biru menjadi bagian dari dua prioritas nasonal. Harapannya, sektor kelautan dapat memberikan dukungan besar di masa depan untuk memperkuat perekonomian nasional.

“Dengan dicantumkan dalam pembangunan menengah nasional, maka sektor kelautan sangat berperan penting dalam agenda pembangunan Indonesia,” tandasnya. (ATN)

Tags: Blue SeaGreen EconomyLimbah Plastik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.