ASIATODAY.ID, NEW YORK – Indonesia terus memperluas hubungan bilateral dengan negara-negara lain guna meningkatkan kerja sama ekonomi dan diplomatik.
Dalam rangka itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi dan Menlu Yordania, Ayman Hussein Abdullah Al Safadi melakukan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) tentang Sidang Komisi Bersama (SKB) untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (22/9/2023).
MoU ini akan menjadi landasan utama berbagai kerangka kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Yordania. Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia – Yordania merupakan mekanisme pembahasan penguatan kerja sama kedua negara dan evaluasi dari implementasi program-program yang telah disepakati.
Area yang diatur dalam MoU tersebut mencakup kerja sama politik dan hukum, kerja sama teknis, sosial-budaya, dan ekonomi termasuk fasilitasi kontak yang lebih erat antar pelaku sektor usaha.
Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, Indonesia dan Yordania siap melaksanakan SKB ke-4 dengan area kerja yang lebih luas.
Sebelumnya, telah dilaksanakan 3 (tiga) kali SKB Indonesia – Yordania, yang fokus utamanya pada isu ekonomi.

Selain dengan Yordania, Menlu Retno Marsudi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kosta Rika, Arnoldo André Tinoco. Keduanya membahas mengenai penguatan kerja sama bilateral, kawasan serta multilateral.
Untuk kerja sama bilateral, Menlu Retno dan Menlu Tinoco membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi kreatif, penanganan bencana, serta energi terbarukan.
Dalam hal ini, keduanya mendorong ratifikasi Framework Cooperation Agreement antara kedua negara yang telah disepakati sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Kosta Rika menyampaikan undangan dan mengharapkan partisipasi Indonesia pada United Nations Ocean Conference yang akan diselenggarakan pada Juni 2024 di Kosta Rika.
Terkait kerja sama kawasan, Menlu Kosta Rika menyampaikan minat kuat Kosta Rika untuk meningkatkan engagement dengan ASEAN.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Retno mengundang Kosta Rika untuk melakukan aksesi terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) sebagai langkah awal menjalin hubungan dengan ASEAN.
Terkait kerja sama multilateral, kedua Menlu membahas isu aplikasi Indonesia pada OECD serta Dewan HAM PBB. Selaku Co-host konferensi tahunan OECD di tahun 2025 mendatang, Menlu Kosta Rika menyampaikan dukungan Kosta Rika terhadap aplikasi Indonesia di OECD. (AT Network)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
