• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Sambut Terbuka Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF)

by Redaksi Asiatoday
May 24, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Sambut Terbuka Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF)

Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peluncuran Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), secara virtual, dari Jakarta, Senin (23/5/2022). Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyambut terbuka upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik melalui Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi yang mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hal itu saat menghadiri peluncuran IPEF, secara virtual, dari Jakarta, Senin (23/5/2022).

“Kami menyambut baik intensi banyak negara, termasuk Amerika Serikat, untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama di Indo-Pasifik. Peluncuran Indo-Pacific Economic Framework atau IPEF adalah bukti dari intensi tersebut,” ujar Mendag Muhammad Lutfi.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Lebih lanjut, Mendag memaparkan empat prinsip yang harus digarisbawahi dalam kerangka kerja sama ini.

“Pertama, IPEF harus menghasilkan kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan. Hanya dengan demikian, manfaat IPEF dapat dirasakan oleh rakyat negara-negara kita,” ujarnya.

Kedua, IPEF harus bersifat inklusif dan terbuka bagi semua negara di kawasan. Mendag menilai, kawasan Indo-Pasik terlalu besar jika manfaatnya hanya dinikmati oleh negara-negara tertentu.

“Kerja sama ekonomi inklusif akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Kami tidak ingin melihat IPEF hanya sekadar instrumen untuk memenuhi kebutuhan negara-negara lain,” ucapnya.

Ketiga, IPEF seharusnya tidak menciptakan tantangan-tantangan pembangunan baru bagi negara-negara di kawasan.

“Penerapan norma-norma dan standar-standar dalam kerja sama ekonomi harus didukung dengan program-program pengembangan kapasitas untuk memastikan bahwa semua negara di kawasan bisa berpartisipasi sepenuhnya,” ujar Lutfi.

Keempat, IPEF harus mendorong sinergi antara IPEF dan kerangka kerja regional lainnya, terutama ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

“Kami berharap IPEF dapat berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas, serta kesejahteraan di kawasan. Untuk itu, Indonesia siap ikut serta dalam dialog dan memberikan masukan konstruktif bagi keberhasilan kerja sama IPEF,” pungkasnya.

IPEF merupakan kerja sama ekonomi di kawasan Indo-Pasifik yang terdiri dari 13 negara. Ke-13 negara tersebut adalah Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Acara peluncuran antara lain dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida, PM India Narendra Modi, PM Selandia Jacinta Ardern, Presiden Republik Korea Yoon Suk-yeol, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, PM Vietnam Phạm Minh Chính, Menteri Keuangan dan Ekonomi II Brunei Darussalam Mohd Amin Liew Abdullah, Mendag RI Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Mohamed Azmin Ali, Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Ramon Mangahas Lopez, serta Associate Secretary of the Department of Foreign Affairs and Trade, Australia Tim Yeend. (ATN)

Tags: Indo PasifikIndo-Pacific Economic Framework
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.