• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia-Tiongkok Sepakati Kerja Sama Eskpor-Impor Produk Perikanan

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia-Tiongkok Sepakati Kerja Sama Eskpor-Impor Produk Perikanan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Tiongkok melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan General Administration of Customs of China (GACC) menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Jaminan Keamanan dalam Impor dan Ekspor Produk Akuatik.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, dan Wakil Menteri GACC, Zhang Jiwen, serta disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, di Kantor KKP pada Rabu (27/11/2019).

Indonesia-Tiongkok Sepakati Kerja Sama Eskpor-Impor Produk Perikanan 1
Pertemuan Menteri KKP, Edhy Prabowo dengan Wakil Menteri GACC, Zhang Jiwen. Ist

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Indonesia dan Tiongkok telah saling mengakui kesetaraan sistem jaminan mutu dan keamanan produk perikanan. Ke depannya, kedua negara juga akan berbagi informasi tentang ketentuan perundangan dan standardisasi; sistem inspeksi perkarantinaan; serta metodologi dan prosedur ekspor-impok produk akuatik. Selain itu, Indonesia dan Tiongkok juga akan bekerja sama dalam meningkatkan teknologi pada metodologi pengujian laboratorium.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri GACC Zhang Ziwen mengatakan, Tiongkok merupakan konsumen produk laut yang terbesar di dunia. Pada tahun 2018, Tiongkok mengimpor lebih dari 5 (lima) juta ton produk kelautan dan perikanan. Ia menyatakan, negaranya terus membuka diri untuk meningkatkan impor perdagangan, termasuk produk kelautan dan perikanan.

“Negara Tiongkok tidak akan hentinya membuka diri. Tiongkok akan meningkatkan impor dan ekspor perdagangan, terutama perdaganan komoditas berkualitas tinggi,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis KKP, Jumat (29/11/2019).

Menurut Zhang, selama ini Indonesia telah berhasil merealisasi perdagangan sejumlah komoditi perikanan untuk masuk ke pasar Tiongkok. Hal ini diperkuat dengan data perdagangan hasil perikanan Indonesia ke Tiongkok pada tahun 2018 yang mencapai surplus sebesar USD580.583.364, dengan rincian nilai eskpor sebesar USD675.981.147 dan impor USD95.397.783. Kendati demikian, Zheng meyakini bahwa perdagangan ini dapat ditingkatkan ke depannya.

“Kami ingin bergandeng tangan dengan negara lain. Bekerjasama dan berinovasi untuk menuju tatanan masyarakat yang aman, makmur, dan berdaulat di Asia. Kami yakin dengan upaya dari kedua negara, kerja sama kita akan semakin lancar dan semakin kelihatan hasilnya,” ucap Zheng.

Menteri KKP Edhy Prabowo pun menyambut baik hal ini. Ia menyebut, Indonesia merupakan negara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar. Namun, saat ini Indonesia baru mengekspor beberapa jenis komoditas perikanan seperti cumi, lobster, rumput laut, dan telur ikan terbang ke Tiongkok.

Menurutnya, potensi perdagangan produk kelautan dan perikanan antara Indonesia dan Tiongkok masih sangat besar. Di satu sisi, Indonesia memiliki begitu banyak produk kelautan dan perikanan. Sementara di sisi lainnya, Tiongkok membutuhkan banyak komoditi kelautan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pasarnya.

“Kami masih punya banyak peluang-peluang lain. Ada 629 perusahaan yang bisa melakukan ekspor produk perikanan ke Tiongkok. Saya yakin negara Anda butuh banyak ikan,” terang Menteri Edhy.

Selain itu, Menteri Edhy juga menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk investasi di bidang industri perikanan. Tiongkok dapat menjadi salah satu investor untuk mendorong industri perikanan di Indonesia. “Peluang bisnis perikanan di Indonesia juga masih sangat besar,” ucapnya.

Menteri Edhy mengatakan, KKP akan terus membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Tiongkok. “Kami akan membangun komunikasi yang baik ke depannya. Kami akan terus membuka hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” pungkasnya.

Turut mendampingi dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Nilanto Perbowo dan Inspektur Jenderal Muhammad Yusuf. Sementara itu, pihak Tiongkok Deputy Director General of the Department of Duty Collection GACC, Sun Renhong; Deputy Director General of the Bureau of Import and Export Food Safety GACC, Yu Wenjun; Deputy Director General of Xiamen Customs District, Chen Yu; Deputy Director of the Department of International Cooperation GACC, Chen Yue; dan Secretary of the General Office GACC, Chu Yu. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor Perikanan IndonesiaKementrian KKPKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.