• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Waspadai Gejolak Ekonomi China

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Waspadai Gejolak Ekonomi China

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Foto : Setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di dunia termasuk Indonesia kian mewaspadai dampak buruk dari gejolak ekonomi China. Pasalnya, trend ekonomi China terus melemah, bahkan sudah menyentuh titik paling terendah sejak 1992.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, negara-negara di dunia saat ini terus waspada karena China merupakan negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia dan memegang peran penting dalam perdagangan global.

“Dampaknya akan sangat mempengaruhi dunia internasional,” terangnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Dengan situasi ini kata dia, beberapa lembaga internasional dunia sudah memperkirakan pelemahan ekonomi China bisa menggerus 0,5 persen pertumbuhan ekonomi dunia.

“Gejolak ekonomi China akan sangat beresiko bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia,” paparnya.

Sebelumnya, Bank Dunia telah proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen. Sementara Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini turun dari 3,5 persen menjadi 3,3 persen.

“Ini sesuai prediksi bahwa perang dagang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 0,5 persen lebih lemah. Ini perlu diwaspadai,” paparnya.

Sri Mulyani meyakinkan, pemerintah saat ini tengah berupaya mencari jalan keluar dari risiko tersebut. Salah satu caranya dengan mencari celah untuk memanfaatkan dampak perang dagang, dengan cara meningkatkan ekspor ke negara-negara yang menurunkan impor dari China.

“Saat ini kita fokus untuk mengeluarkan kebijakan yang meningkatkan investasi,” urainya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TerkiniChinaEkonomi ChinaEksporImporKemenkeuSri Mulyani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.