• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Industri Hijau Jadi Role Model Indonesia Bangun Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
December 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Siapkan KI Brebes untuk Relokasi Pabrik Amerika dari China

Kawasan Industri (KI) Brebes. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di dunia terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat industri hijau sebagai solusi masa depan dalam membangun ekonomi, termasuk Indonesia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang,  industri hijau harus dijadikan role model pada aktivitas industri di Indonesia.

Kemenperin berkomitmen menjadikan  industri hijau sebagai tujuan pembangunan industri nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 3/2014 tentang Perindustrian.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, industri hijau merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan karena dalam proses produksinya industri menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Upaya-upaya penerapan circular economy dalam pengelolaan industri akan terus didorong untuk menerapkan ekonomi berkelanjutan, misalnya, melalui implementasi konsep 5R, yaitu reduce, eeuse, recycle, recovery, dan repair.

Dengan begitu, material mentah diharapkan dapat digunakan berkali-kali dalam berbagai daur hidup produk sehinga ekstraksi bahan mentah dari alam bisa lebih efektif dan efisien.

“Selain itu, pendekatan circular economy juga akan mengurangi timbulan limbah yang dihasilkan karena sebisa mungkin limbah yang dihasilkan akan diolah lagi menjadi produk dan sekaligus bisa memberi nilai tambah secara ekonomis,” jelasnya, Jumat (4/12/2020).

Selain memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja, aktivitas industri juga memperkecil konsekuensi terhadap  lingkungan.

Dalam setiap kegiatan proses produksi di sektor manufaktur, pihaknya telah mendorong perusahaan untuk menjaga agar kualitas limbah yang dihasilkan tetap sesuai dengan baku mutu menurut peraturan yang berlaku.

Hal ini dimaksudkan agar dapat mempertahankan daya dukung dan daya tampung di lingkungan sekitar pabrikan, seperti optimalisasi sumber daya alam yang dijadikan sebagai bahan baku. (ATN)

Tags: Green IndustriGreen InvestmenIndustri Hijau Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.