• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Dilanda Krisis, INACA Desak Presiden Jokowi Berikan Insentif

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Industri Penerbangan Dilanda Krisis, INACA Desak Presiden Jokowi Berikan Insentif

Industri Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak Presiden Jokowi untuk memberikan keringanan dan insentif menyusul kondisi maskapai penerbangan yang dilanda krisis akibat pandemi global coronavirus (Covid-19).

Menurut Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja, sejumlah maskapai sudah mengurangi frekuensi penerbangan dan kapasitas penumpang hingga 50 persen atau lebih. Realisasi jumlah penumpang akan menurun drastis sepanjang bulan ini.

“Sejumlah keringanan yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, serta penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN,” ujar Denon melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Dikatakan, insentif lain adalah pemberlakuan diskon biaya kebandarudaraan yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat.

“Biaya kebandarudaraan ini adalah tarif pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U),” jelasnya.

Denon menjelaskan, pandemi Covid-19 telah melumpuhkan bisnis penerbangan baik nasional maupun asing. Selain itu, dampak negatif juga merambah hingga sektor perekonomian lain.

Denon menerangkan, efek domino negatif bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri, tetapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, jasa penunjang layanan kebandarudaraan (ground handling), dan agen perjalanan yang terlibat.

“INACA sangat berharap ada respons positif dari pemerintah yang cepat untuk bisa memberikan solusi atas kondisi ini,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19INACAIndustri PenerbanganMaskapai Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.