• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

INKA Dipercaya Garap Proyek Kereta Api di Kongo Senilai Rp162,1 Triliun

by Redaksi Asiatoday
October 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
INKA Sudah Kirim 114 Kereta ke Bangladesh, Pesanan Filipina Mulai Uji Coba

PT Inka uji coba kereta trainset diesel multi unit (DMU) pesanan Filipina. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia kian menegaskan eksistensinya di pentas global.

Kali ini, PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) dipercaya mengerjakan proyek Kereta Api Kinsasha di Kongo, yang terdiri atas dua fase dengan nilai investasi USD11 miliar atau setara Rp162,1 triliun.

Proyek tersebut ditargetkan rampung selama 10 tahun ke depan.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Senior manager PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT INKA Bambang Ramadhiarto mengungkapkan, untuk proses produksi gerbong kereta, semuanya akan dikerjakan dengan tetap mengikuti protokol Covid-19.

“Pengiriman selama pandemi sama dengan proyek Bangladesh. Kereta kami desinfektan lalu dikirim. Jika ada karyawan INKA yang diberangkatkan, akan dilakukan tes PCR sebelum berangkat termasuk saat pulang,” kata Bambang, Jumat (16/10/2020).

Menurut Bambang proyek ini akan dikerjakan secara bertahap. Pada fase pertama, proyek akan diselesaikan 4 tahun yang dimulai pada 2021. Lingkup kerja pada fase ini meliputi proyek kereta api Kinsasha Urban Loop Line yakni transportasi di daerah perkotaan kemudian dilanjutkan jalur Kinsasha menuju Matadi Port dan Banana Port.

Panjang jalur kereta untuk fase pertama ini sekitar 580 kilometer dengan target Kinsasha Urban Loop Line dan jalur kereta menuju Matadi Port dan Banana Port.

Setelah Fase I akan dilanjutkan ke fase berikutnya hingga total jalurnya 4.100 kilometer terbangun mencakup wilayah utara dan selatan DRC. Fase dua akan dimulai 6 bulan setelah fase satu dimulai.

Sebelumnya, INKA telah menindaklanjuti kesepakatan bersama berupa Master Framework Join Development Agreement (MFJDA) dengan Democratic Republic of the Congo (DRC) beberapa waktu lalu.

INKA melibatkan empat BUMN lainnya, yakni PT Barata Indonesia (Persero), PT LEN (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), serta PT Dirgantara Indonesia (Persero).

INKA akan menjadi project developer untuk perkeretaapian dan intermoda di DRC.

INKA nantinya akan memasok lokomotif, gerbong barang, KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik), dan KRL (Kereta Rel Listrik). Kemudian perseroan akan mengajak sejumlah BUMN karya di Indonesia untuk mengerjakan infrastruktur perkeretaapian di sana. (ATN)

Tags: Asia AfrikaIndonesia Afrika Infrastructure DialogKerjasama Indonesia dan AfrikaPT INKA
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.