• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp117 Triliun, Daimler, Stellantis dan TotalEnergies Kolaborasi Bangun Pabrik Baterai

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp117 Triliun, Daimler, Stellantis dan TotalEnergies Kolaborasi Bangun Pabrik Baterai

Kantor pusat Daimler AG. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Daimler AG, Stellantis dan TotalEnergies SE berkolaborasi mendirikan perusahaan gabungan untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik.

Pabrik ini menelan investasi senilai lebih dari 7 miliar euro atau USD8,2 miliar atau setara Rp117 triliun.

Daimler akan menguasai 33 persen saham Automotive Cells Company (ACC) yang akan didanai melalui ekuitas, utang, dan subsidi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Investasi ini menandakan batu loncatan strategis untuk peta jalan netral CO2 kami. Kemitraan baru ini akan mengamankan pasokan, memanfaatkan skala ekonomi, dan menyediakan teknologi baterai superior bagi pelanggan kami,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Daimler Ola Kallenius dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24/9/2021) seperti dikutip Bloomberg.

Pabrik ACC direncanakan berkapasitas 120 gigawatt jam yang akan beroperasi pada akhir 2030 di Eropa. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat jumlah yang ditetapkan pada awal. Perusahaan patungan ini masih membuka tambahan mitra.

Sebelumnya, saingan Stellantis dari Prancis, Renault SA juga telah ikut berdiskusi. Sementara itu, anak Daimler, Mercedes akan menginvestasikan 500 juta euro pada tahun depan dan mengharapkan total pengeluaran di bawah 1 miliar euro.

Dengan bergabung bersama produsen otomotif terbesar kedua milik Eropa, akan membantu Mercedes bersaing dengan Tesla Inc., dan Volkswagen AG.

Kesepakatan tersebut juga akan meningkatkan aktivitas industri untuk memastikan pasokan baterai mencukupi.

Di Eropa, kendaraan listrik telah menyumbang 17 persen dari penjualan kendaraan pada paruh pertama.

Analis Philippe Houchois Jefferies mengatakan investasi Mercedes akan membantu ACC memulai kesuksesan sebagai pemimpin di industri baterai Eropa.

Direktur Pusat Riset Otomotif di Jerman, Ferdinand Dudenhoeffer mengatakan ACC akan berhasil menyulap produksi sel untuk mobil mewah Mercedes dan pasar massal Stellantis.

“Bahan sel untuk Mercedes pasti berbeda jauh dari Opel, Peugeot atau Fiat,” ujarnya.

Inisiatif pembangunan ACC dimulai sejak 2020 saat unit Total, Saft dan Stellantis, yang dibentuk dari penggabungan PSA Group dan Fiat Chrysler awal tahun ini. Dengan bergabung bersama Stellantis, Daimler akan kembali berhubungan dengan Chrysler dan perusahaan lainnya dari Renault.

Seperti diketahui, Daimler dan Chrysler telah gagal bersatu dan bubar pada 2007, sementara Renault dan Nissan Motor Co awal tahun ini menjual saham ekuitas mereka di Daimler. Proyek yang awalnya ditaksir mencapai 5 miliar euro ini juga didukung oleh Prancis dan Jerman untuk menghilangkan dominasi baterai kendaraan listrik di Asia dan guna menciptakan lapangan kerja baru.

ACC juga akan bersaing dengan NorthvoltAB dari Swedia yang merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh mantan eksekutif Tesla setelah memenangkan kontrak dengan VW dan BMW AG. Daimler akan mengisi dua dari enam kursi dewan pengawas ACC.

Manufaktur baterai ini akan memasok Mercedes dari pertengahan dekade dan sedang mempertimbangkan perluasan jaringan produksinya di Eropa. Beberapa kerja sama lainnya juga tengah dijajaki seperti dengan Farasis China.

Mercedes mengumumkan pada Juli terkait ambisinya terhadap kendaraan listrik dan tetap mempertahankan sebagai pemimpin pasar mobil mewah dengan target belanja senilai 40 miliar euro.

Perusahaan juga berencara memproduksi mobil baterai di tiga platform kendaraan listrik mulai 2025 dan mendirikan delapan pabrik baterai di seluruh dunia dengan mitra. (ATN)

Tags: Daimler TruckIndustri BateraiIndustri Kendaraan ListrikInvestasi Baterai
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.