• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Investigasi Awal Mula Covid-19, Panel Pakar WHO Kritik China

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Panel pakar yang ditugaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginvestigasi asal usul Covid-19 mengkritik China dan negara lain karena tidak bergerak cepat untuk membendung wabah awal virus corona serta mempertanyakan apakah WHO seharusnya menandai pandemi lebih cepat.

Dalam laporan yang dipublikasikan media, Senin (18/1/2021), panel yang dipimpin mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan mantan perdana menteri (PM) Selandia Baru Helen Clark menyatakan adanya kesempatan yang hilang untuk mengatur langkah kesehatan publik secara mendasar secepatnya.

“Bagi panel, yang jelas adalah langkah kesehatan publik bisa diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan nasional dan lokal di China pada Januari, tidak lama setelah virus corona mulai membuat sakit sekelompok orang,” sebut laporan panel tersebut.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Panel juga menyebutkan bukti kasus-kasus di negara lain pada akhir Januari, bahwa langkah kesehatan masyarakat seharusnya dilakukan secepatnya di setiap negara dengan kemungkinan kasus.

“Tapi mereka tidak (melakukan itu),” katanya.

“Kenyataannya adalah hanya sebagian kecil negara yang memanfaatkan sepenuhnya informasi yang tersedia bagi mereka untuk menanggapi bukti pandemi yang muncul,” sebut panel tersebut.

Para ahli juga mempertanyakan alasan WHO tidak segera mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat global lebih cepat sebagai peringatan tertinggi. Badan kesehatan PBB itu menggelar komite darurat pada 22 Januari, tapi tidak mengkategorikan pandemi sebagai keadaan darurat internasional sampai seminggu kemudian.

Saat itu, WHO menyatakan komite pakar terpecah tentang situasi keadaan darurat global.

“Satu lagi pertanyaan adalah, apakah itu akan membantu jika WHO menggunakan kata pandemi lebih awal dari sebenarnya,” kata panel tersebut.

WHO tidak menyebut wabah Covid-19 sebagai pandemi sampai 11 Maret atau beberapa minggu setelah virus mulai menyebabkan wabah eksplosif di banyak benua. (ATN)

Tags: COVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.