• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Investigasi Awal Mula Covid-19, Panel Pakar WHO Kritik China

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Panel pakar yang ditugaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginvestigasi asal usul Covid-19 mengkritik China dan negara lain karena tidak bergerak cepat untuk membendung wabah awal virus corona serta mempertanyakan apakah WHO seharusnya menandai pandemi lebih cepat.

Dalam laporan yang dipublikasikan media, Senin (18/1/2021), panel yang dipimpin mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan mantan perdana menteri (PM) Selandia Baru Helen Clark menyatakan adanya kesempatan yang hilang untuk mengatur langkah kesehatan publik secara mendasar secepatnya.

“Bagi panel, yang jelas adalah langkah kesehatan publik bisa diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan nasional dan lokal di China pada Januari, tidak lama setelah virus corona mulai membuat sakit sekelompok orang,” sebut laporan panel tersebut.

RelatedPosts

IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock

Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Panel juga menyebutkan bukti kasus-kasus di negara lain pada akhir Januari, bahwa langkah kesehatan masyarakat seharusnya dilakukan secepatnya di setiap negara dengan kemungkinan kasus.

“Tapi mereka tidak (melakukan itu),” katanya.

“Kenyataannya adalah hanya sebagian kecil negara yang memanfaatkan sepenuhnya informasi yang tersedia bagi mereka untuk menanggapi bukti pandemi yang muncul,” sebut panel tersebut.

Para ahli juga mempertanyakan alasan WHO tidak segera mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat global lebih cepat sebagai peringatan tertinggi. Badan kesehatan PBB itu menggelar komite darurat pada 22 Januari, tapi tidak mengkategorikan pandemi sebagai keadaan darurat internasional sampai seminggu kemudian.

Saat itu, WHO menyatakan komite pakar terpecah tentang situasi keadaan darurat global.

“Satu lagi pertanyaan adalah, apakah itu akan membantu jika WHO menggunakan kata pandemi lebih awal dari sebenarnya,” kata panel tersebut.

WHO tidak menyebut wabah Covid-19 sebagai pandemi sampai 11 Maret atau beberapa minggu setelah virus mulai menyebabkan wabah eksplosif di banyak benua. (ATN)

Tags: COVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.