• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IoT Non-Bisnis Ancam Perusahaan di Asia Pasifik

Survei IoT dari Palo Alto Networks menyoroti perlunya tanggung jawab bersama di antara karyawan dan tim TI untuk mengamankan perusahaan

by Redaksi Asiatoday
October 27, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IoT Non-Bisnis Ancam Perusahaan di Asia Pasifik

Keamanan IoT. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Palo Alto Networks, pemimpin keamanan siber global mengumumkan hasil survey IoT yang menyoroti peningkatan perangkat IoT non-bisnis yang terhubung pada jaringan perusahaan dalam satu tahun terakhir, yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk masuk ke dalam jaringan korporat guna melakukan serangan ransomware dan lebih banyak lagi.

Hal ini disampaikan oleh 80% responden dari Asia Pasifik (termasuk Jepang) yang memiliki perangkat IoT yang terhubung ke jaringan organisasi mereka. Perangkat non-bisnis ini bervariasi dimulai dari bohlam lampu, alat monitor detak jantung, peralatan gym, mesin kopi, konsol game, sampai ke pengumpan hewan peliharaan.

Hasil survey ini juga memperingatkan diperlukannya perubahan keamanan untuk melindungi jaringan perusahaan yang terhubung pada perangkat IoT non-bisnis. 98% responden dari kelompok yang sama juga menunjukan bahwa pendekatan organisasi mereka terhadap keamanan IoT memerlukan peningkatan, dan tiga dari sepuluh (30%) menyatakan perlunya perbaikan total dengan kemampuan keamanan terbaik yang di seputar threat protections (57%), penilaian risiko (57%), konteks perangkat IoT untuk tim keamanan (60%), serta visibilitas dan inventaris perangkat (56%).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Principal Researcher Unit 42 di Palo Alto Networks, Vicky Ray, mengatakan adopsi IoT telah menjadi penggerak bisnis yang penting.

“Hal ini menghadirkan tantangan keamanan baru yang dapat dipenuhi jika karyawan dan pengusaha berbagi tanggungjawab bersama untuk melindungi jaringan perusahaan,” ujar dia melalui keterangan tertulis dikutip Rabu (27/10/2021).

Vicky melanjutkan, “Pekerja jarak jauh perlu mengetahui perangkat rumah pribadi yang mungkin terhubung ke jaringan perusahaan melalui router rumah mereka. Perusahaan perlu memantau berbagai ancaman dan akses ke jaringan dengan lebih baik sambil mempraktikkan segmentasi jaringan yang tepat untuk melindungi karyawan jarak jauh dan aset-aset organisasi yang paling berharga.”

Perlu dicatat, dari semua pengambil keputusan TI di Asia Pasifik (termasuk Jepang) yang disurvei oleh Palo Alto Networks yang memiliki perangkat IoT yang terhubung ke jaringan mereka, lebih dari setengahnya (53%) menunjukkan bahwa perangkat IoT tersegmentasi pada jaringan yang terpisah dari jaringan mereka.

Jaringan ini membedakan antara jaringan yang digunakan untuk keperluan bisnis secara primer dan aplikasi bisnis seperti sistem HR, server email, sistem finansial dan sebagainya.

Sedangkan 28% responden mengatakan bahwa perangkat IoT adalah tersegmentasi secara mikro dalam zona keamanan yang berbeda – praktik terbaik industri di mana organisasi menciptakan security zone yang terkontrol dengan ketat di jaringan mereka untuk mengisolasi perangkat IoT dan memisahkannya dari perangkat TI untuk menghindari peretas bergerak bebas di sebuah jaringan.

Metodologi Survey

Palo Alto Networks menugaskan firma riset teknologi Vanson Bourne, yang mensurvei 1.900 pembuat keputusan TI di organisasi di 19 negara: Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Timur Tengah (terdiri dari UEA dan Arab Saudi), Spanyol , Italia, Irlandia, Australia, Cina, Hong Kong, India, Jepang, Singapura, dan Taiwan. (AT Nwork)

Tags: Asia Pasifik DigitalIoTPalo Alto Networks
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.