• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

IPB University Indonesia Ciptakan Inovasi Varietas Padi 9G, Solusi Krisis Pangan Dunia

by Redaksi Asiatoday
July 31, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IPB University Indonesia Ciptakan Inovasi Varietas Padi 9G, Solusi Krisis Pangan Dunia 1

Areal persawahan di Krawang, Jawa Barat. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Di tengah ancaman krisis pangan dunia saat ini, Institute Pertanian Bogor (IPB) University melahirkan sebuah inovasi dengan menciptakan varietas padi IPB 9G yang mampu tumbuh di lahan kering dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare.

Varietas IPB 9G ini ini diharapkan bisa menjawab ketersediaan pangan dunia dan nasional dalam menghadapi krisis.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan, setelah sebelumnya IPB sukses mengenalkan varietas padi IPB 3S dan panen raya di Karawang dan Malang, kali ini IPB merilis varietas padi unggul baru yakni padi IPB 9G yang mampu tumbuh di lahan kering.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Varietas padi IPB 3S saat ini cukup sukses dan sudah diterapkan di 26 provinsi dengan rata-rata produktifitas 12 ton per hektare.

“Saat ini sulit mencari varietas padi di lahan kering yang memang airnya terbatas. Maka dari itu, kita menciptakan IPB 9G dan semoga inovasi ini menjadi solusi dalam peningkatan produksi tanaman padi di Indonesia,” kata Arif di IPB Convention Centre, Jumat, (29/7/2022).

Arif berharap varietas padi IPB 9G bisa membantu peningkatan produktivitas padi yang saat ini tinggi, tanpa impor dalam 2 tahun terakhir, juga mengatasi keterbatasan lahan sawah, termasuk untuk memaksimalkan produktivitas varietas padi IPB 9G di kalangan petani masih diperlukan pendampingan cara bercocok tanam.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti IPB 9G, Hajrial Aswidinnoor mengatakan, dalam tahun-tahun belakangan, umum diketahui lahan sawah nasional terus mengalami penyusutan, beralih fungsi untuk kepentingan ekonomi lain seperti infrastruktur jalan, perumahan, dan sebagainya.

Pihaknya yang menaruh perhatian pada hal ini, kemudian berusaha menghasilkan inovasi varietas yang dapat meningkatkan produksi lahan darat atau gogo ini.

“Varietas IPB 9G memiliki potensi hasil pada lahan gogo mencapai 9.09 ton per hektare dengan produktivitas rata-rata 6.09 ton per hektare. Tingkat potensi produktivitas ini sudah lebih tinggi dari beberapa varietas padi unggul umumnya dan jauh lebih tinggi dari produktivitas padi gogo lokal yang dibudidaya petani. Tekstur nasi pulen, seperti halnya kualitas yang umum disukai masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya varietas IPB 9G, lanjutnya, diharapkan produktivitas padi di lahan kering dapat meningkat. Pada kondisi saat ini yang ketersediaan pangan dunia dan nasional menghadapi ancaman serius, Inovasi varietas padi ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata dalam menjaga dan meningkatkan produksi beras nasional.

Keunggulan lain dari IPB 9G adalah bersifat amfibi. Selain baik untuk lahan kering atau gogo, varietas ini berproduksi baik pula jika ditanam pada lahan sawah irigasi.

“Pada pemanfaatan pertanaman pada lahan darat, seperti data ketahanan terhadap penyakit blas yang agak bervariasi pada beberapa ras di atas, para pengguna benih varietas ini diharapkan dapat mengamati ketahanan penyakit blas untuk lokasi pemakaian lahan budi dayanya,” imbuhnya. (ATN)

Tags: IPBKrisis PanganPadi 9G
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.