• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jababeka dan OISCA International Bangun Morotai Jadi Pusat Ekonomi Baru

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jababeka dan OISCA International Bangun Morotai Jadi Pusat Ekonomi Baru

Kepulauan Morotai. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Jababeka  Morotai kembali melakukan MoU dengan OISCA International College Foundation (OISCA International) untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukungnya di Morotai.

Dengan terjadinya penandatangan MoU ini, menunjukkan kuatnya komitmen Jababeka Morotai dalam membantu memajukan Pulau Morotai, khususnya dari sisi perekonomian.

Adapun penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Jababeka  Morotai, Basuri Tjahaja Purnama dengan Kuroda Yunosuke selaku chairman dari Oisca International.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pasca penandatangan MoU ini, pihak Jababeka Morotai akan menyediakan lokasi, lahan, mengurus segala perizinan untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukung. Sementara OISCA International bertanggung jawab untuk membangun training center beserta fasilitas penunjang lainnya.

Chairman OISCA International Yunosuke mengaku antusias terhadap proyek ini dan berharap bisa memulai proyek ini secepatnya. Ia bercerita bahwa dirinya sudah menyusun framework kerjasama ini agar kedua belah pihak memiliki satu persepsi.

Pengembangan proyek ini akan dilakukan dengan 3 fase, yaitu fase pertama itu terkait pengembangan monumen Perang Dunia II dan training centre, fase kedua yaitu pengembangan aneka jenis tanaman untuk pertanian, fase ketiga itu pengembangan biomassa.

“Tahap kedua kita akan bangun sekolah IOSCA, mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah kejuruan. Dan itu di sekolah itu akan dibuat club, karena di jepang itu guru wajib ada club, seperti judo, kendo, dan lain-lain. Jadi, murid tidak diam-bingung setelah belajar di sekolah. Untuk pembangunan pertanian, kami akan menyediakan sayuran sebanyak 30 jenis, dan buah-buah sebanyak 15 jenis. Itu semua organik, dan akan juga diajarkan teknik hydroponik,” terang Yunosuke dalam keterangan tertulis di Jakarta, yang diterima Sabtu (30/4/2021).

Dengan komprehensifnya proyek tersebut dan dibukanya rute Bali-Morotai-Hongkong, Yonosuke pun berharap kerjasama ini bisa menjadi tempat bertemu para pebisnis untuk saling bertukar informasi.

Sehingga nanti bisa menciptakan bisnis baru ke depannya, seperti ekspor produk dari yang dibuat Pulau Morotai. Alhasil, kata Yunosuke, bisnis yang dikembangkan di Pulau Morotai bisa berjalan lebih lancar.

“Dalam proyek ini kami akan membuat desa bernuansa jepang untuk bisa tourism dan juga orang Jepang bisa stay,” tambahnya.

Sementara itu, Basuri Tjahaja Purnama berharap proyek tersebut bisa terealisasi dengan cepat dan berjalan lancar. Karena pada prinsipnya, Jababeka Morotai, salah satu anak usaha dari Jababeka Group, siap memenuhi kebutuhan yang diminta oleh pihak OISCA International.

Lebih dalam, ia menerangkan bahwa jika lancar, proyek ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai. Sebagaimana tujuan awal dari training centre dan fasilitas penunjang, yaitu sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia atau skill masyarakat lokal. Sehingga bisa nantinya membuat mesin pertanian, bercocok tanam, lalu produknya diekspor keluar negeri. Salah satunya ke Jepang.

Untuk proyek ini, kata Basuri, Jababeka Morotai menyediakan lahan total seluas 12 hektar, yaitu 2 hektar untuk pembangunan pusat pelatihan dan 10 hektar untuk fasilitas penunjang.

“Hal itu adalah bentuk komitmen kami ingin memajukan Morotai. Mohon doa dan support-nya agar proyek ini bisa berjalan lancar, karena kalau lancar maka bisa meningkatkan perekonomian Pulau Morotai,” tutupnya. (ATN)

Tags: JababekaMorotaiOISCA International
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.