ASIATODAY.ID, KUPANG – Pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium dimulai awal tahun 2020 ini. Pasarnya adalah wisatawan yang pengeluarannya lebih besar dari pengunjung kebanyakan. Untuk itu, kerapian, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi para wisatawan perlu ditata lebih terintegrasi.
Lima zona di Labuan Bajo yaitu Bukit Pramuka, Kampung Air, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, Kawasan Marina, dan Kampung Ujung harus jadi ruang publik yang tidak terputus sekaligus sebagai pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.
“Sebagai destinasi wisata super premium, Labuan Bajo ini juga kita siapkan sebagai lokasi penyelenggaraan sejumlah agenda internasional. Misalnya, G20 Summit dan ASEAN Summit pada tahun 2023. Pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20,” ujar Presiden Jokowi saat mengunjungi Labuan Bajo, sebagaimana keterangan tertulis setkab, Rabu (22/01/2020).
Presiden Jokowi pun mengajak masyarakat Labuan Bajo untuk bersiap menerima kunjungan para wisatawan.
“Semuanya kita harus siap, ramah terhadap wisatawan, tidak buang sampah sembarangan baik di darat maupun di laut, itu penting sekali,” kata Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa pembenahan kawasan Labuan Bajo akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perluasan bandar udara, pembangunan jalan dan trotoar, sampai penyediaan air bersih.
“Untuk air baku juga akan ada bendungan yang kita harapkan segera selesai, pengolahan sampah juga akan kita bangun di sini,” kata Presiden.
Selain itu, tambah Presiden, pemerintah akan menyiapkan tempat persemaian atau nursery di kawasan wisata Labuan Bajo.
“Saya siapkan mungkin setiap tahun 5 juta bibit pohon yang nanti kita tanam bersama-sama agar ini semuanya menjadi hijau,” papar Presiden.
Diungkapkan Presiden, untuk pembangunan bandara di Labuan Bajo yang dilakukan Kementerian Perhubungan dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun sementara untuk pembenahan kawasan Labuan Bajo yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat digunakan anggaran Rp970 miliar.
“Nanti kita lihat bersama-sama akan ada perubahan total di sini,” pungkas Presiden Jokowi.
Turut mendampingi Presiden dalam acara penyerahan sertifikat antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara. (AT Network)
,’;\;\’\’
