• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Jepang Hentikan Bantuan untuk PLTU Batu Bara di Indonesia dan Bangladesh

by Redaksi Asiatoday
June 23, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terapkan Pajak Karbon Mulai 1 Juli 2022

Emisi Karbon yang bersumber dari PLTU Batu Bara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Jepang pada Rabu (22/6/2022) mengumumkan akan menghentikan pemberian pinjaman yen untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di Indramayu, Indonesia dan Matarbari, Bangladesh.

Kebijakan ini sebagai tanggapan atas kritik internasional terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara, sumber utama emisi gas rumah kaca yang dipersalahkan sebagai penyebab pemanasan global.

Negara-negara Kelompok Tujuh (G7) sepakat pada tahun 2021 untuk mengakhiri bentuk-bentuk bantuan baru pada akhir tahun untuk pembangkit listrik tenaga batu bara yang gagal mengambil langkah-langkah untuk mengekang emisi.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tapi Jepang telah mempertahankan pabrik dibebaskan sebagai “kasus yang sedang berlangsung,” mendorong kelompok lingkungan untuk menuduh negara melanggar janji G7.

G7 terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat, ditambah Uni Eropa.

Indonesia dan Bangladesh sedang melakukan survei untuk proyek-proyek dengan dukungan Jepang, tetapi tidak ada kasus yang berlanjut ke konstruksi.

“Kami memutuskan bahwa kami tidak dapat melanjutkan lebih jauh dengan kasus-kasus ini sebagai subjek pinjaman yen,” kata Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri Hikariko Ono pada konferensi pers.

Dia juga mengatakan pemerintah akan terus membantu negara-negara berkembang dalam upaya mewujudkan masyarakat bebas karbon.

Rakyat Indramayu Menang

Kebijakan Pemerintah Jepang menangguhkan Official Development Assistance (ODA) ini disambut positif oleh kelompok 350.org Indonesia.

Menurut  350.0rg Indonesia Team Lead Firdaus Cahyadi, penghentian Ini merupakan indikator pentingnya tekanan internasional dan kerja sama global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengakhiri ekstraksi bahan bakar fosil baru dan dengan cepat menghentikan proyek-proyek yang ada.

“Namun, sangat penting untuk memastikan PLTU Matarbari dan Indramayu tidak diganti dengan solusi palsu, seperti gas,” jelasnya,

“Kami menyambut baik keputusan dari Jepang, dan bersikeras untuk mengakhiri sepenuhnya pendanaan negara untuk proyek bahan bakar fosil di luar negeri. Kami berharap pengumuman ini akan menciptakan efek bola salju untuk proyek serupa dan mengakhiri era energi kotor di Indonesia, dan seluruh dunia,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Jeri Asmoro Digital Campaign 350 Indonesia.

“Ini adalah kabar baik bagi gerakan iklim dan khususnya bagi masyarakat yang terkena dampak di Indramayu yang berjuang secara konsisten untuk menghentikan perluasan pembangkit listrik tenaga batu bara,” jelasnya.

“Tapi pertarungan tidak berakhir di sini. Kami akan memantau pengumuman ini, dan akan memastikan pembangkit listrik tenaga batu bara tidak hanya diganti dengan solusi palsu seperti gas atau turunan dari batu bara,” tandasnya. (ATN)

Tags: 350 IndonesiaClimate CrisisEmisi KarbonG7Krisis Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.