• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Jerman Minta Indonesia Realisasikan Insentif Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertama di Indonesia, SPKLU Ultra Fast Charging Diluncurkan di Bali

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kiri) mengisi daya mobil listrik saat peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Central Parking Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, 25 Maret 2022. Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, BALI – Pemerintah Jerman meminta Pemerintah Indonesia untuk mempercepat realisasi insentif untuk penggunaan kendaraan listrik sebagaimana yang telah diterapkan di negeri itu.

Menurut Deputy Head of the Embassy of the Federal Republic of Germany, Thomas Graf, perubahan di sektor transportasi sangat penting untuk dilakukan.

Pasalnya, sekitar 40 persen dari negara di seluruh dunia menempatkan sektor transportasi sebagai sektor dengan konsumsi energi tertinggi. Sementara di sebagian besar negara lainnya, sektor transportasi menempati urutan kedua.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Di indonesia, sektor transportasi merupakan sumber emisi terbesar ketiga, menyumbang 27 persen dari total emisi karbondioksida yang dihasilkan dari konsumsi energi.

Angka ini berpotensi meningkat karena didorong oleh meningkatnya urbanisssi dan level kemakmuran ekonomi.

Thomas memandang, transformasi perkotaan menjadi kota yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi emisi.

Di Jerman sendiri, pengurangan emisi telah ditetapkan di revisi UU terkait perubahan iklim. Hal ini juga diimplementasikan di sektor transportasi.

Dikatakan Thomas, jika dibandingkan dengan tahun 1980, emisi dari lalu lintas dan transportasi harus dikurangi hampir 42 persen pada 2030 yang akan dicapai lewat berbagai usaha, termasuk meningkatkan pangsa pasar untuk menggunakan transportasi kereta, khususnya di daerah perkotaan dan meningkatkan kualitas infrastruktur untuk bersepeda.

Selain itu juga meningkatkan pangsa penggunaan bahan bakar alternatif dan pengenalan pajak karbon dan pajak di sektor transportasi.

“Kami juga mendorong mobilitas menggunakan kendaraan listrik yang didukung oleh sistem insentif, termasuk enviromental bonus yang dilakukan untuk mencapai target penggunaan 7 juta hingga 10 juta kendaraan listrik pada 2030,” jelasnya, Kamis (20/10/2022).

Selain itu, Pemerintah Jerman juga mendorong pembelian bus listrik, bus berbahan bakar hidrogen atau biogas yang digunakan oleh angkutan umum lokal.

Sejauh ini, pemerintah Jerman membantu mendanai proyek yang berhubungan dengan transportasi di berbagai belahan dunia dengan total lebih dari 60 juta euro per tahun, termasuk di Indonesia.

“Kerja sama Jerman dan Indonesia di bidang transportasi telah menghasilkan banyak solusi yang sudah berhasil diterapkan, di antaranya adalah di Jakarta dengan dukungan Institute of the transportation and development policy (ITDP).

Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah Jerman juga memberikan bantuan dalam membangun dan mendukung beberapa kota-kota besar seperti Kota Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru, dan Batam. (ATN)

Tags: Industri Kendaraan ListrikKerjasama Indonesia-Jerman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.