• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi: Stop Belanja Barang Impor Pakai APBN, Itu Tindakan Bodoh

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi Dorong Percepatan Indonesia-EU CEPA

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk menghentikan belanja barang impor dengan menggunakanan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, tindakan itu adalah kebodohan.

“Sangat lucu sekali, APBN yang kita kumpulkan dari pajak, dari PNBP, dari royalti masuk ke APBN. Kemudian keluar sebagai belanja pemerintah, yang dibeli barang impor. Waduh, bodoh banget kita kalau terus-terusan begitu, ndak,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Karena itu, Jokowi memerintahkan semua kementerian, lembaga negara, BUMN/BUMD dan pemerintah daerah menghentikan kebiasaan membeli produk impor dengan anggaran negara.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

APBN dan APBD harus dibelanjakan untuk membeli barang-barang lokal atau produk buatan dalam negeri.

“Uang APBN, uang BUMN, belanja APBN, APBD dan belanja BUMN harus dan wajib beli produk dalam negeri,” ujar Jokowi.

Untuk mendukung penggunaan anggaran belanja bagi produk dalam negeri, pemerintah telah meminta semua daerah berkomitmen untuk mengalokasikan anggarannya untuk membeli barang lokal melalui UMKM yang masuk ke dalam e-katalog.

“Sekarang sudah saya suruh tanda tangan, semua daerah komitmen, bisa beli berapa triliun, beli berapa miliar. Komitmen sudah muncul di Rp897 triliun. Ini adalah peluang bagi rekan-rekan UMKM bisa masuk ke e-katalog,” terang Jokowi.

Terkait dengan UMKM, Jokowi telah meminta kepada KADIN Pusat dan daerah agar para pelaku UMKM bisa masuk ke dalam ekosistem digital.

Dalam waktu 2 tahun ini, sudah ada 19 juta dari total jumlah UMKM sebanyak 64 juta, yang sudah masuk e-katalog.

“Ajak mereka semua. Kemudian ajak juga mereka masuk ke e-katalog, ini juga saya sampaikan ke pak ketua kadin, tugas kadin daerah sama, produk-produk unggulan di kabupaten/kota, provinsi masuk semua ke e-katalog,” papar Jokowi.

Menurutnya, e-katalog dibuka semua agar seluruh pelaku usaha menengah, kecil dan mikro bisa berpartisipasi. Sehingga produk-produk dalam negeri dapat digunakan untuk proyek-proyek yang didanai oleh APBN, APBD maupun BUMN. (ATN)

Tags: Impor IndonesiaPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.