• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi: TNI Harus Siap Tempur dan Kuasai Teknologi

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi Optimis Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Global

Presiden Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menguasai teknologi informasi dan teknologi kecerdasan buatan yang akan mempengaruhi taktik dan strategi dalam pertempuran di masa depan.

“Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personel yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan bidang teknologi informasi, teknologi nano dan teknologi kecerdasan buatan,” kata Jokowi dalam acara HUT ke-75 TNI yang disiarkan secara virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/10/2020).

Jokowi menyebut teknologi tersebut adalah karakteristik baru pertempuran masa depan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurutnya, pertempuran memakai teknologi mutakhir ini memiliki level penghancur yang lebih kuat dan cepat dibandingkan pertempuran secara konvensional.

“Ini mempunyai daya hancur lebih besar high level distraction. Pertempuran yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang,” tegasnya.

Menurut Jokowi, banyak jenis perang terkini terutama perang yang menggabungkan cara konvensional dan nonkonvensional.

Oleh karena itu, kata Jokowi TNI harus siap tempur dan terus mengembangkan SDM untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi militer.

“Pertempuran hibrida yang menggabungkan taktik konvensional dan nonkonvensional dan taktik lintas dimensi sosial, politik dan ekonomi,” katanya.

Jokowi mengatakan TNI harus melakukan perubahan, terutama perubahan organisasi. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir TNI telah bertransformasi dan menambah sejumlah satuan baru sesuai dengan kebutuhan.

Ia merinci saat ini telah dibentuk organisasi tempur baru seperti divisi 3 Kostrad, Komando Operasi 3 AU, Armada 3 Angkatan Laut dan Pasukan Marinir ketiga. Kemudian 3 komando wilayah pertahanan, 3 skuadron AU, serta satuan siber TNI.

“Pembentukan satuan organisasi baru ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk melakukan transformasi TNI agar semakin kokoh dalam menjalankan perannya,” tandasnya. (ATN)

Tags: Presiden JokowiTNI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.