• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

JTA International Holding Qatar Siap Investasi di Industri Nikel Indonesia

by Redaksi Asiatoday
April 19, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
JTA International Holding Qatar Siap Investasi di Industri Nikel Indonesia

Kawasan bisnis JTA International Holding Qatar. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – JTA International Holding, sebuah perusahaan investasi internasional berbasis di Qatar yang bergerak dalam pembiayaan untuk proyek dan konsultasi pengembangan bisnis, siap berinvestasi dalam hilirisasi mineral di Indonesia, khususnya hilirisasi nikel.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo dengan CEO of JTA International Holding, Mr. Dr. Amir Ali, di Jakarta, Senin (18/4/22).

Rencana investasi JTA International Holding ini sekaligus sebagai dukungan terhadap langkah pemerintah Indonesia menghentikan ekspor bahan mentah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Data US Geological Survey memproyeksikan cadangan nikel Indonesia mencapai 21 juta metrik ton, sekitar 40 persen nikel dunia ada di Indonesia. Menjadikan Indonesia sebagai pemain utama nikel dunia, disusul oleh Australia dengan cadangan nikel yang mencapai 19 juta metrik ton. US Geological Survey juga melaporkan pada tahun 2021, Indonesia menempati peringkat pertama negara produsen nikel terbesar dunia. Indonesia memproduksi 1 juta metrik ton nikel atau sekitar 37 persen dari total produksi nikel dunia yang berkisar di angka 2,7 juta metrik ton. Di peringkat kedua ditempati Filipina dengan produksi nikel mencapai 370 ribu, disusul Rusia dengan 250 ribu,” ujar Bamsoet usai menerima CEO of JTA International Holding, Mr. Dr. Amir Ali, di Jakarta, dikutip Selasa (19/4/22).

Turut hadir pengurus Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), antara lain Ketua Umum Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna dan Sekjen Meidy Katrin Lengkey. Hadir pula Pengurus Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, antara lain Sekretaris Kepada Badan Junaidi Elvis, dan Kepala Hubungan KADIN dengan Kepolisian Robert J. Kardinal.

Selain berkantor pusat di Qatar, JTA International Holding juga mengelola sekitar 32 kantor lokal yang tersebar di seluruh dunia, antara lain di Inggris, Jepang, Australia, Afrika Selatan, Finlandia, Nigeria, Kanada, Jerman, Luksemburg, Aljazair, Spanyol, Yunani, Belanda, Swiss, Malaysia, Rusia, Oman, Italia, Bulgaria, Norwegia, Singapura, Maladewa, Turki, Denmark, Amerika Serikat, Irak, Uzbekistan, Kirgistan dan Indonesia. Sekaligus mengelola berbagai bisnis internasional melalui 22 anak perusahaan yang berada di Doha, Qatar dan London, Inggris.

“Selain di sektor mineral, JTA International Holding juga berencana berinvestasi di berbagai sektor lainnya di Indonesia seperti rumah sakit, infrastruktur, hingga properti. Menunjukan bahwa posisi Indonesia di mata para investor Indonesia sangat kuat,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, khusus untuk nikel, permintaan nikel dari industri kendaraan listrik diperkirakan akan tumbuh sebesar 28,0 persen CAGR sepanjang 2020-2030 menjadi 1,3 juta ton.

Indonesia ditargetkan akan menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan fokus di hilir, menargetkan 300.000 mobil listrik dan 2,5 juta sepeda motor listrik pada 2030. Menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

“Sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kendaraan listrik, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Indonesia juga sudah mendirikan Indonesia Battery Corporation (IBC), sebuah holding yang dibentuk oleh empat BUMN, yaitu PT. Indonesia Asahan Aluminium, PT. Aneka Tambang Tbk, PT. Pertamina, dan PT. PLN, untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air. Keterlibatan JTA International Holding dalam berbagai investasinya di sektor Nikel, diharapkan bisa mendukung industri nikel Indonesia yang kuat, lengkap dengan smelter operasional dan infrastruktur pemrosesan, serta kemitraan internasional,” pungkas Bamsoet. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelJTA International HoldingKerjasama Indonesia-Qatar
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.