• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Junta Militer Myanmar Tetap Berkomitmen Kepada ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kudeta Sukses, Min Aung Hlaing Deklarasi Sebagai PM Myanmar

Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing. Dok

ASIATODAY.ID, YANGON – Junta militer Myanmar menegaskan komitmennya akan tetap bekerjasama dengan ASEAN meski tidak diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bulan ini. Komitmen ini juga meliputi 5 Poin Konsensus yang telah disepakati ASEAN terkait konflik Myanmar.

“Kami menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara lain, dan akan bekerjasama dengan ASEAN dalam mengikuti 5 Poin Konsensus yang disepakati pada April lalu,” kata junta Myanmar, sebagaimana dilaporkan CNA, Minggu (24/10/2021).

Para menteri luar negeri ASEAN memutuskan untuk tidak mengundang perwakilan politik Myanmar dalam KTT ASEAN yang digelar 26-28 Oktober mendatang. Keputusan diambil karena tidak adanya komitmen dari junta Myanmar untuk mengimplementasikan 5 Poin Konsensus, termasuk soal utusan khusus ASEAN.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Jumat malam, junta Myanmar menuding ASEAN menyimpang dari prinsip konsensus dan non-intervensi. Mereka juga menolak mengirim perwakilan Myanmar non-politik sebagai pengganti pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing.

Ketua ASEAN saat ini, Brunei Darussalam, belum menanggapi penolakan Myanmar terkait pengiriman perwakilan non-politik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand menolak berkomentar terkait masalah ini. Sementara itu, juru bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan, konsensus ASEAN mengenai perwakilan Myanmar di KTT adalah “panduan umum untuk semua anggota ASEAN.”

Pengecualian tersebut belum pernah terjadi di organisasi kawasan itu sebelumnya. ASEAN kerap dikritik lambat dan tidak efektif dalam berurusan dengan pemerintah anggota yang dituduh melakukan kejahatan.

Lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam tindak kekerasan pasca-kudeta di Myanmar. Ribuan lainnya ditahan dan banyak dari mereka mengalami penyiksaan.

Junta Myanmar dituduh menggunakan kekuatan militer secara berlebihan terhadap penduduk sipil. Namun, junta Myanmar membela diri dengan mengatakan bahwa mereka yang tewas atau ditahan adalah ‘teroris’ yang berniat mengacaukan negara. (ATN)

Tags: AseanKrisis MyanmarKTT ASEAN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.