• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Jepang dan China Bertabrakan di Laut China Timur

by Redaksi Asiatoday
March 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapal Jepang dan China Bertabrakan di Laut China Timur

Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Sebuah kapal perang tipe destroyer milik Jepang bertabrakan dengan sebuah kapal penangkap ikan China di Laut China Timur pada Senin 30 Maret malam waktu setempat. Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi tidak ada yang terluka atau hilang dalam insiden tersebut.

Kemenhan Jepang menambahkan, tabrakan tersebut menimbulkan sebuah lubang di Shimakaze, meski kapal tersebut masih bisa bergerak karena kerusakannya tidak terlalu parah.

Melansir Al Jazeera, Selasa (31/3/2020), Menhan Jepang Taro Kono mengatakan bahwa insiden tersebut berlokasi sekitar 650 kilometer dari barat pulau Yakushima.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Tidak ada personel yang terluka atau hilang, begitu juga di kapal penangkap ikan China. Kami sedang memeriksa detailnya,” tulis Kono di akun media sosial miliknya.

Saat ini, Kemenhan Jepang sedang memeriksa penyebab terjadinya tabrakan dan detail lainnya, termasuk pergerakan kedua kapal. Insiden berlokasi di perairan yang jauh dari area sengketa kedua negara.

Jepang dan China bersengketa mengenai sejumlah pulau yang sama-sama diklaim keduanya. Jepang menyebut sejumlah pulang sengketa tersebut sebagai Senkaku, sedangkan China melabelinya Diaoyu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Jepang telah meningkatkan pertahanan militer terhadap pulau sengketa dengan membentuk sebuah unit polisi khusus yang dibekali senjata otomatis.

Unit polisi tersebut, berbasis di pulau Okinawa, siap dikerahkan ke area sengketa jika terjadi peristiwa “pendaratan ilegal oleh grup bersenjata.”

Militer dan Penjaga Pantai Jepang telah meningkatkan posisi mereka di sekitar area sengketa. Namun ini merupakan kali pertama kepolisian Jepang membentuk sebuah unit khusus untuk menjaga area tersebut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia NewsChinaJepangKecelakaan KapalLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.