• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Tempur AS Berlayar Bebas Melewati Selat Taiwan

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Taiwan Siaga Tempur dengan China, AS Kerahkan Kapal Perang di Selat Taiwan

Kapal induk AS siaga di Selat Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Pesawat dan kapal China memantau sebuah kapal perang tipe destroyer milik  Amerika Serikat (AS) yang berlayar melewati Selat Taiwan pada Sabtu, 19 Desember.

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa kapal USS Mustin telah melakukan “transit rutin melewati Selat Taiwan pada 19 Desember di bawah hukum internasional.”

“Aktivitas transit kapal melalui Selat Taiwan telah mendemonstrasikan komitmen AS dalam menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar Angkatan Laut AS, dikutip dari New York Post pada Minggu (20/12/2020).

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

China mengaku geram atas pelayaran terbaru oleh AS ini. Menurut Beijing, pelayaran semacam itu dapat dikatakan sebagai sebuah langkah yang sengaja untuk “meningkatkan temperatur terkait isu Taiwan.”

“Langkah AS benar-benar telah merusak perdamaian dan stabilitas di Selat (Taiwan),” ungkap pernyataan militer China.

China menentang segala bentuk hubungan militer antara AS dan Taiwan. Ini merupakan kali ke-12 Angkatan Laut AS mengirim kapal melewati Selat Taiwan.

Sementara itu di Taipei, Kementerian Pertahanan Taiwan memonitor pergerakan kapal USS Mustin. “Situasinya relatif normal,” sebut Kemenhan Taiwan.

Selama ini China khawatir Taiwan akan mendeklarasikan kemerdekaannya secara resmi. China memandang Taiwan sebagai bagian dari Negeri Tirai Bambu, yang sewaktu-waktu dapat diambil.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan bahwa Taiwan sudah merupakan negara independen bernama Republic of China. Ia telah meningkatkan kekuatan angkatan bersenjata Taiwan, seiring dengan berkembangnya pengaruh militer China di kawasan.

Beberapa bulan lalu, China telah mengirim pesawat jet tempur melewati garis median Selat Taiwan. Taiwan pun tak tinggal diam, dan juga mengerahkan jet tempur untuk mengusir pesawat China. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.