• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kawasan Konservasi Terbakar, 355 Orang Utan Terancam

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kawasan Konservasi Terbakar, 355 Orang Utan Terancam

ASIATODAY.ID, KAPUAS – Kawasan konservasi Orang Utan terbakar. Luasan areal yang terbakar sekitar 80 hektare, di Sei Daha dekat Pusat Penelitian Tuanan dan 60 hektar di Sei Mantangai, di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Namun tim kami di Program Konservasi Mawas bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan tim Pusat Penelitian Tuanan mengendalikan, mengisolasi, dan memadamkan kebakaran,” terang CEO Yayasan Borneo Orang Utan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite, melalui keterangan tertulis, yang diterima asiatoday.id, Rabu (18/9/2019).

Menurut Jamartin, tim Program Konservasi Mawas, Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng dan di Samboja Lestari kerap berpatroli mengatisipasi titik api. Tim konservasi bersama masyarakat dan pemerintah berupaya memadamkan api.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Asap tebal ini tidak hanya membahayakan kondisi staf kami di Nyaru Menteng namun juga 355 orang utan yang kami rawat di pusat rehabilitasi itu juga di pulau pra pelepasliaran disekitarnya.” ungkapnya.

Jamartin mengungkap sebanyak 37 orang utan muda terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA). Tim telah memberi perawatan medis terhadap Orang Utan yang terinfeksi.

“Masih infeksi ringan. Tim medis sudah memberikan multivitamin dan antibiotik, obat juga diberikan dengan menggunakan nebulizer, terutama bagi orang utan yang terlihat menderita lebih parah,” jelasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Darurat AsapHutan KalimantanKarhutlaKonservasi Orang Utan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.