• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kelaparan Mengancam Jutaan Pekerja di India

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lockdown di India Timbulkan Gejolak Sosial

Ribuan masyarakat India berjubel di jalan imbas kebijakan Lockdown. Ist

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Jutaan warga di India terancam kelaparan ditengah pandemi coronavirus (Covid-19). Mereka telah kehilangan pekerjaan serta penghasilan setelah Pemerintah India memberlakukan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) sejak 25 Maret.

Kelompok paling rentan di tengah lockdown ini adalah buruh harian, karyawan kontrak, dan pekerja migran. Mereka sudah tidak mampu lagi meraup penghasilan sejak covid-19 mewabah di seantero India.

Demi mengantisipasi kelaparan, Pemerintah India melakukan berbagai program jaring pengaman sosial, seperti pembagian makanan hingga uang tunai. Salah satu pembagian makanan itu berlangsung di Gurgaon, sebuah wilayah di pinggiran New Delhi.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Mujibur, seorang pekerja kasar, menanti jatah makanan di Gurgaon. Ia ingin membawa makanan itu untuk istrinya, Mariam, yang baru saja melahirkan anak laki-laki di tengah lockdown covid-19.

“Tidak ada makanan, tidak ada uang, dan saya memiliki seorang bayi. Saya sangat khawatir terhadap anak saya. Apapun yang diberikan kepada saya, itulah satu-satunya yang saya makan sepanjang hari ini,” kata Mariam, melansir Sky News, Senin (27/4/2020).

Lalla Bai, seorang pekerja harian, meninggalkan dua anaknya di desa dan datang ke Gurgaon untuk bekerja mencari nafkah. Ia mengaku kesal kepada pemerintah yang dinilai telah membuat ia dan jutaan pekerja lainnya kelaparan.

“Pemerintah tidak membunuh kami, tapi juga seperti tidak mengizinkan kami untuk tetap hidup,” tutur Lalla.

Seorang pekerja harian lainnya, Jamshed, datang ke New Delhi tiga bulan lalu. Ia menyesali keputusannya tersebut. “Makanan adalah masalah terbesar. Karena tidak ada pekerjaan, saya tidak punya uang untuk membeli apapun,” tutur Jamshed.

Tanuja, seorang pekerja kebersihan, juga mengutarakan hal serupa. “Penyakit ini telah menghancurkan kami. Saya tidak punya pekerjaan, tidak ada makanan dan juga uang. Anak-anak saya ada di desa, dan saya harus mengirim uang kepada mereka. Apa yang harus saya lakukan?” tanyanya.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, total kasus covid-19 di India telah melampaui 26 ribu dengan 825 kematian dan 5.939 pasien sembuh. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19IndiaKelaparanLockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.