• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ketegangan AS dan China di Selat Taiwan Ancam Stabilitas Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
July 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Taiwan Siaga Tempur dengan China, AS Kerahkan Kapal Perang di Selat Taiwan

Kapal induk AS siaga di Selat Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di Asia Tenggara harus mulai mewaspadai potensi instabilitas kawasan menyusul ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan China di Selat Taiwan.

“Bagi ASEAN, Selat Taiwan termasuk hot spot yang harus diperhatikan dalam konteks keamanan regional. Konflik yang terjadi antara AS dan China memperebutkan Taiwan dapat berimbas ke perairan Asia Tenggara,” kata Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian, melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (23/7/2021).

Octavian menyampaikan pandangannya itu secara akademik pada Webinar Talking ASEAN yang diselenggarakan The Habibie Center. Dalam webinar itu, Octavian memaparkan makalah berjudul Taiwan Strait Issue and Regional Maritime Security.

RelatedPosts

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint

“Sejarah dunia menunjukkan bahwa perang di suatu wilayah dapat meluas dan menjangkau wilayah lain, bahkan bisa memicu perang-perang baru sebagai dampak lanjutannya,” kata Octavian.

Lebih mengkhawatirkan lagi ketika China atau Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir. Radius penghancuran senjata nulkir tersebut, menurutnya, dapat menjangkau wilayah semua negara di Asia Tenggara dalam waktu yang sangat cepat.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya seluruh negara anggota ASEAN bersatu untuk melakukan berbagai inisiatif baru guna mengurangi ketegangan di Selat Taiwan. Diplomasi pertahanan sebagai wujud nyata implementasi ilmu pertahanan ditujukan untuk mencegah terjadinya perang.

“Indonesia dapat memimpin ASEAN pada kondisi hot peace untuk melakukan diplomasi pertahanan dua arah ke China dan Amerika Serikat,” kata dia.

Pembicara lain dalam webinar ini adalah Guru Besar Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwono. Beberapa pejabat kementerian dan lembaga negara, instansi pemerintah, kedutaan, think tank, akademisi, dan media turut hadir dalam forum ini. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.